Ketika banyak investor menunggu kepastian arah suku bunga, investor jangka panjang biasanya mulai membangun posisi secara bertahap sebelum katalis besar berikutnya muncul," pungkas Brahmantya.

Sentimen Negosiasi AS-Iran dan Data Bank Sentral

Di sisi lain, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, berpendapat bahwa retorika ketat dari The Fed masih dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada rilis data ekonomi mendatang.

"Sentimen yang penting saat ini adalah kesepakatan final perdamaian Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang diharapkan akan bisa difinalisasi dalam 60 hari ke depan," ujar Lukman.

Sentimen positif juga didukung oleh data World Gold Council (WGC) tahun 2026 yang mencatat rekor tertinggi 45 persen bank sentral global berencana meningkatkan cadangan emas mereka dalam setahun ke depan.

>>> BI Turunkan Batas Pembelian Valas Tunai Jadi US$10.000 per Bulan

Lukman memperkirakan harga emas pada kuartal III-2026 berpotensi mencapai kisaran US$ 4.700 hingga US$ 4.900 per troy ons, sedangkan harga perak di kisaran US$ 85 sampai US$ 90 per troy ons.