Bank investasi global UBS memperkirakan indeks FTSE 100 London akan mencapai level 11.000 pada akhir tahun 2026.

Proyeksi ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 9 persen dari level saat ini.

>>> Pemerintah Pertahankan HET Minyakita Rp 15.700 per Liter

Optimisme tersebut didasarkan pada kinerja korporasi yang solid dan pertumbuhan laba yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Valuasi indeks acuan Inggris saat ini berada pada 12,4 kali kelipatan laba ke depan, sedikit di bawah rata-rata jangka panjang 12,8 kali sejak 1990.

Pertumbuhan Laba Didorong Sektor Komoditas

Analis Ekuitas UBS Matthew Gilman menyatakan bahwa pasar saham Inggris terus diuntungkan oleh penilaian yang masuk akal dan peningkatan laba bersih perusahaan.

UBS memperkirakan pertumbuhan laba bursa Inggris mencapai 11 persen pada tahun ini, terutama didorong oleh emiten besar di sektor komoditas.

Lonjakan harga minyak mentah global turut mendongkrak estimasi tersebut dari perkiraan awal sebesar 5 persen pada awal 2026.

>>> Yield Obligasi Negara Naik Akibat Sinyal Hawkish The Fed

Untuk tahun 2027, pertumbuhan laba diproyeksikan bertahan di kisaran 10 persen karena peningkatan output ekonomi diperkirakan mengimbangi penurunan harga minyak.

Meski demikian, UBS mempertahankan peringkat netral untuk ekuitas Inggris.

Pihaknya melihat peluang lebih cerah di kawasan lain, mengingat pasar Inggris memiliki bobot rendah di sektor industri sehingga kurang diuntungkan dari pemulihan manufaktur global.

Selain skenario dasar ke level 11.000 pada akhir 2026 dan 11.300 pada Juni 2027, UBS merilis dua skenario lain.

>>> KPK Serahkan Pengusutan Korupsi Makan Bergizi Gratis ke Kejaksaan Agung

Skenario optimistis memproyeksikan indeks melonjak ke level 12.300 jika pertumbuhan global menguat, sedangkan skenario pesimistis dapat menjatuhkan indeks sebesar 26 persen ke level 7.700 apabila perang dagang kembali pecah.