Harga emas digital mencatat lonjakan tajam pada 15 Juni 2026. Pergerakan ini dipengaruhi oleh dinamika harga emas global dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Investasi emas digital terus menunjukkan tren positif di kalangan masyarakat. Kemudahan akses online, fleksibilitas, dan opsi pembelian nominal kecil menjadi daya tarik utama.

>>> Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Gaet Investor China untuk Panda Bonds

Kondisi ini menjadikan emas digital sebagai alternatif investasi bagi investor ritel. Format ini memungkinkan pembangunan portofolio secara bertahap dengan keamanan terjaga.

Rincian Harga Emas Digital per Gram 15 Juni 2026

Berikut adalah pembaruan nilai transaksi emas digital dari beberapa platform penyedia layanan jual beli elektronik.

Platform pertama mencatat harga beli Rp 2.530.697 per gram, naik Rp 37.043, dengan harga jual Rp 2.444.726.

Platform kedua menawarkan harga beli Rp 2.532.000 (stabil) dan harga jual Rp 2.459.000 (stabil).

Sementara itu, platform ketiga mencatat harga beli Rp 2.562.035, naik Rp 49.203, dengan harga jual Rp 2.500.000, naik Rp 48.000.

>>> BPS Lamongan Terjunkan 1.258 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Proyeksi Harga Emas Global dari UBS

Di sisi lain, bank asal Swiss, UBS, menurunkan proyeksi harga emas dunia. Estimasi dikoreksi US$ 300-900 menjadi US$ 3.850-4.000 per troy ounce.

Penyesuaian ini disebabkan oleh ketahanan data ekonomi AS dan penundaan pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve hingga 2027.

Tim strategi komoditas UBS yang terdiri dari Dominic Schnider, Giovanni Staunovo, dan Wayne Gordon menyebut ketahanan pasar tenaga kerja dan kenaikan imbal hasil riil memicu tekanan baru.

Hal ini mendorong pelaku pasar menggeser ekspektasi ke arah potensi kenaikan suku bunga tahun ini.

>>> Tiga Peringatan Penting di Tanggal 8 Maret: Hari Perempuan Internasional hingga Perjanjian Kalijati

"Harga emas mungkin bergerak ke kisaran US$ 3.850-4.000 per troy ounce dalam waktu dekat," ungkap para ahli strategi UBS.