Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme tinggi untuk menarik banyak investor asal China membeli Panda Bonds. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Parlemen pada Senin (15/6/2026).

Langkah ini merupakan upaya pemerintah melepaskan ketergantungan dari mata uang dolar AS. Diversifikasi pembiayaan negara melalui surat utang global berdenominasi yuan bertujuan memperluas sumber dana.

>>> BPS Lamongan Terjunkan 1.258 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Selain itu, strategi tersebut juga untuk meyakinkan pasar internasional tentang kokohnya fundamental ekonomi domestik. "Ya kan akan kita temu investor-investori itu, untuk yang Panda Bonds," kata Purbaya.

Pemerintah Indonesia kini bergerak cepat melirik pasar keuangan China demi memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Menteri Keuangan dijadwalkan bertolak ke China pada 16 Juni 2026 untuk mempromosikan Panda Bond.

>>> Tiga Peringatan Penting di Tanggal 8 Maret: Hari Perempuan Internasional hingga Perjanjian Kalijati

"Minggu depan saya akan ke China. Tanggal 16 (Juni) ke China untuk promosi Panda Bond," ujar Purbaya.

Promosi langsung ini menjadi bagian dari transparansi pemerintah dalam menunjukkan kesehatan kebijakan fiskal.

>>> Mesir Ungguli Belgia 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Purbaya menegaskan bahwa pencarian alternatif pembiayaan merupakan pembuktian kredibilitas negara, bukan sekadar mencari pinjaman modal. "Untuk meyakinkan bahwa memang kita menjalankan kebijakan ekonomi yang baik," tuturnya.