Tiga Peringatan Penting di Tanggal 8 Maret: Hari Perempuan Internasional hingga Perjanjian Kalijati
Tanggal 8 Maret memiliki makna historis dan sosial yang mendalam, baik di tingkat global maupun nasional.
Momentum ini menjadi simbol perjuangan kesetaraan, transformasi sosial, dan peristiwa penting dalam sejarah dunia.
>>> Mesir Ungguli Belgia 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Setiap tahun, tanggal ini diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional.
Peringatan ini merupakan gerakan global untuk mengapresiasi peran perempuan di berbagai sektor, termasuk sosial, ekonomi, politik, dan budaya.
Hari Perempuan Internasional juga menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan gender dan perlindungan hak-hak perempuan. Latar belakangnya berakar dari pergerakan buruh perempuan pada awal abad ke-20.
Pada tahun 1908, ribuan pekerja perempuan di New York menggelar unjuk rasa menuntut perbaikan fasilitas kerja, pengurangan jam kerja, dan hak politik untuk memilih.
Ide penetapan hari khusus perempuan kemudian dicetuskan oleh aktivis sosialis Jerman, Clara Zetkin, dalam Konferensi Perempuan Sosialis Internasional di Copenhagen pada tahun 1910.
Gagasan tersebut disetujui dan mulai dirayakan di sejumlah negara sejak tahun 1911.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan pengakuan resmi pada tahun 1975, dan sejak itu tanggal 8 Maret dirayakan secara global sebagai simbol perjuangan emansipasi dan pemberdayaan perempuan.
>>> 8 Cara Menghilangkan Iklan YouTube dengan Aman dan Legal
Perjanjian Kalijati dan Hari PBB untuk Hak-Hak Perempuan
Bagi Indonesia, tanggal 8 Maret juga menandai penandatanganan Perjanjian Kalijati pada tahun 1942.
Perjanjian ini mengakhiri kekuasaan kolonial Belanda di Nusantara setelah Jepang merebut sebagian besar wilayah Indonesia selama Perang Dunia II.
Negosiasi berlangsung di pangkalan udara militer Kalijati, di mana Letnan Jenderal Hein ter Poorten selaku perwakilan Belanda menyerahkan kekuasaan kepada Jepang.
Momen ini menjadi fase krusial yang mengakhiri dominasi kolonial Belanda yang berlangsung lebih dari tiga abad.
Selain itu, PBB menetapkan tanggal 8 Maret sebagai Hari PBB untuk Hak-Hak Perempuan dan Perdamaian Internasional.
Penetapan ini menegaskan bahwa pergerakan perempuan tidak hanya fokus pada kesetaraan ekonomi dan sosial, tetapi juga penting dalam resolusi konflik dan perdamaian dunia.
>>> Prabowo dan Steinmeier Sepakati Perluasan Investasi Energi Terbarukan
Melalui momentum ini, PBB mendorong negara-negara anggota untuk memperkuat perlindungan perempuan, meningkatkan partisipasi mereka dalam pembangunan, dan melibatkan mereka dalam misi perdamaian.
Update Terbaru
Promo Indomaret 21 April-4 Mei 2026: Diskon hingga 30% untuk Produk Harian
Selasa / 16-06-2026, 04:54 WIB
Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pertamax
Selasa / 16-06-2026, 04:54 WIB
Timnas Iran Bidik Sejarah Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 04:54 WIB
Arab Saudi Tantang Uruguay di Laga Pembuka Grup H Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 04:53 WIB
Kode Redeem Eternal Rebirth Mei 2026: Klaim Reward Gratis Sekarang
Selasa / 16-06-2026, 04:53 WIB
Cara Reset dan Hapus Password Laptop Windows untuk Pemula
Selasa / 16-06-2026, 04:53 WIB
Pemerintah Gulirkan Deregulasi dan Hilirisasi untuk Pulihkan Ekonomi
Selasa / 16-06-2026, 04:53 WIB
Jadwal dan Lokasi Keberangkatan Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026
Selasa / 16-06-2026, 04:53 WIB
20 HP Rp1 Jutaan Terbaik dengan Memori Besar dan Baterai Awet
Selasa / 16-06-2026, 04:52 WIB
Kementan Amankan Pasokan Air dan Pupuk Subsidi Hadapi El Nino 2026
Selasa / 16-06-2026, 04:52 WIB
Pemerintah Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan dan Siapkan Pemutihan
Selasa / 16-06-2026, 04:49 WIB
Skoda Uji Peaq EV di Gurun Arizona, Meski Tak Dijual di AS
Selasa / 16-06-2026, 04:44 WIB
Krakatau Steel Group dan Kementerian P2MI Bentuk Banten Migrant Center
Selasa / 16-06-2026, 04:44 WIB
Tahun Baru 1 Suro 1960: Masyarakat Jawa Gelar Tradisi Tirakat dan Kirab Budaya
Selasa / 16-06-2026, 04:39 WIB






