Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamongan resmi mengerahkan 1.258 petugas ke lapangan mulai Senin (15/6/2026) untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026.

Pendataan ini menyasar sektor industri konvensional dan ekonomi digital yang berkembang pesat di daerah tersebut.

>>> Tiga Peringatan Penting di Tanggal 8 Maret: Hari Perempuan Internasional hingga Perjanjian Kalijati

Kepala BPS Lamongan, Hermanto, menyatakan bahwa metode sensus tahun ini berbeda dibandingkan sepuluh tahun lalu.

Fokus utama kini mencakup pelaku usaha berbasis platform digital, termasuk content creator yang selama ini tidak terlihat secara fisik namun memiliki kontribusi ekonomi besar.

Para petugas akan mengumpulkan data secara langsung dari rumah ke rumah. Hasil sensus diharapkan menjadi fondasi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan nasional dan daerah yang lebih tepat sasaran.

Dukungan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Lamongan mendukung penuh program ini. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif hingga 31 Agustus 2026.

"Keberhasilan sensus ini bukan hanya tanggung jawab BPS, tetapi tanggung jawab seluruh pihak.

>>> Mesir Ungguli Belgia 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Memberikan data yang akurat berarti turut membangun fondasi ekonomi daerah untuk sepuluh tahun ke depan," ujar Yuhronur.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu juga memaparkan capaian ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Lamongan pada Triwulan I-2026 mencapai 10,79%, tertinggi kedua di Jawa Timur.

Tingkat kemiskinan ekstrem turun dari 0,61% menjadi 0,26%.

Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memetakan seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari rumah tangga hingga lembaga nirlaba.

>>> 8 Cara Menghilangkan Iklan YouTube dengan Aman dan Legal

Data ini diharapkan menjadi peta jalan pemerintah dalam mengintegrasikan sektor tradisional dan modern di era digital.