Dua emiten besar di bursa London, NatWest Group dan International Consolidated Airlines Group (IAG), saat ini menawarkan valuasi rendah dengan rasio harga terhadap laba (P/E) di bawah rata-rata indeks FTSE 100.

Kondisi ini terjadi di tengah momentum pemulihan kinerja keuangan dan pertumbuhan laba bersih kedua perusahaan pada kuartal pertama 2026.

>>> PN Jakarta Pusat Bacakan Penetapan Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan

Rasio P/E rata-rata FTSE 100 saat ini berada di angka 16,2.

Saham NatWest mencatat P/E sebesar 9,02, meskipun harganya naik 19 persen dalam setahun terakhir.

Sementara itu, saham IAG memiliki P/E lebih rendah lagi, yaitu 7,28, dengan kenaikan harga 43 persen dalam periode yang sama.

Kinerja Keuangan NatWest dan IAG

NatWest Group mencatat laba yang dapat diatribusikan sebesar 1,4 miliar poundsterling pada kuartal pertama, dengan laba per saham 17,9 pence, naik 15,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Swiss Targetkan Kemenangan Lawan Bosnia di Laga Kedua Grup B Piala Dunia 2026

Manajemen bank melaporkan adanya pertumbuhan aktivitas positif dari nasabah di seluruh segmen, didukung oleh kenaikan suku bunga dari level mendekati nol pada masa pandemi.

Di sisi lain, IAG yang menaungi British Airways dan Iberia membukukan lonjakan laba operasional sebesar 77,3 persen menjadi 302 juta poundsterling pada kuartal pertama.

Pendapatan perusahaan naik 1,9 persen menjadi 6,05 miliar poundsterling, didorong oleh harga tiket tinggi dan pemulihan permintaan perjalanan global.

>>> Lil Nas X Siapkan Musik Baru Usai Jalani Rehabilitasi Bipolar

IAG juga berhasil memangkas utang bersih sebesar 1,55 miliar poundsterling, sehingga posisinya kini turun menjadi 3,62 miliar poundsterling.