Pleidoi Bos Blueray: Suap ke Pejabat Bea Cukai karena Tekanan
Pimpinan Blueray Cargo (Grup), John Field, menyatakan pemberian uang suap kepada beberapa pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai bukan dilakukan atas kehendak bebasnya, melainkan karena berada dalam tekanan.
Hal itu disampaikan John dalam nota pembelaan dalam sidang kasus dugaan suap kepada beberapa pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (29/6).
>>> Aldila Sutjiadi Juara Bad Homburg Open, Petenis Pertama Indonesia Raih Gelar WTA 500
John mengawali nota pembelaannya dengan menyampaikan penyesalan atas kasus yang menjeratnya.
Ia menyatakan proses hukum yang dijalani menjadi kesempatan baginya untuk introspeksi diri dan merenungkan setiap peristiwa yang terjadi.
"Yang Mulia, saya tidak pernah membayangkan bahwa perjalanan usaha yang saya bangun dengan kerja keras selama bertahun-tahun akan berakhir seperti sekarang," kata John.
Ia mengatakan perusahaan yang dirintis dari nol dan dahulu mampu memberi penghidupan bagi sekitar 1.300 orang karyawan beserta keluarga, kini perlahan-lahan berhenti beroperasi.
Saat ini, lanjut dia, hanya sekitar 200 orang yang masih tersisa untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih ada, dan sebagian besar karyawan telah dirumahkan.
"Lebih dari 1.100 orang telah kehilangan pekerjaannya. Keadaan tersebut merupakan beban yang sangat besar, berat bagi saya.
Saya tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memikirkan ribuan kehidupan yang selama ini bergantung pada keberlangsungan perusahaan tersebut," ujarnya.
John mengatakan fakta yang terungkap di persidangan menunjukkan pemberian uang yang menjadi pokok perkara itu tidak pernah lahir sebagai kehendak bebasnya.
"Semua itu terjadi dalam situasi tekanan yang terus-menerus disertai permintaan dengan nilai yang sangat besar, yang apabila tidak dipenuhi saya khawatir akan mengganggu bahkan menghentikan kegiatan usaha perusahaan saya," katanya.
Update Terbaru
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Incar Balas Dendam
Senin / 29-06-2026, 14:15 WIB
Empat Tahun Perang, Mengapa Rusia Belum Mampu Taklukkan Ukraina?
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
Tito Karnavian: Atambua Pernah Jadi Penghubung Australia-Eropa
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
Penumpang GoCar Bakal Didenda Rp3.000 Jika Cancel, Ini Ketentuannya
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
PBVSI Patenkan Reidel Toiran sebagai Pelatih Timnas Voli Indonesia hingga Asian Games 2026
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
8 HP Fast Charging Termurah 2026, Isi Daya Ngebut Mulai Rp1 Jutaan
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
Batal Pesan GoCar Kini Bisa Kena Denda Rp3.000, Ini Aturannya!
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
Google: RUU Hak Cipta Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
Senin / 29-06-2026, 14:13 WIB
Gerindra: Survei Ungkap 64,8% Masyarakat Puas terhadap Kinerja Prabowo
Senin / 29-06-2026, 14:13 WIB
Prabowo Kritik BUMN Rugi, 25 Wamen Rangkap Komisaris Disorot
Senin / 29-06-2026, 14:13 WIB
Komnas HAM Desak Autopsi 5 Calon Manajer Koperasi Tewas saat Latsarmil
Senin / 29-06-2026, 14:08 WIB
Apple Siapkan Upgrade Besar Mac Studio dengan Chip M7 Ultra pada 2028
Senin / 29-06-2026, 14:08 WIB
iQOO Z11i Segera Meluncur Pekan Ini, Ini Bocoran Spesifikasinya
Senin / 29-06-2026, 14:08 WIB
Kini Dikenakan Pajak, Segini Harga Langganan Strava 2026
Senin / 29-06-2026, 14:08 WIB






