Kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW yang penuh kesederhanaan dan kepedulian terhadap keluarga menjadi cerminan akhlak mulia beliau.

Perilaku ini menjadi pedoman penting bagi setiap suami dalam mewujudkan keluarga yang harmonis.

>>> PM Pakistan Teken MoU Islamabad sebagai Mediator AS dan Iran

Nilai keteladanan ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Ahzab ayat 21 yang menyebut Rasulullah sebagai suri teladan yang baik.

Ayat tersebut ditujukan bagi mereka yang mengharap rahmat Allah dan hari kiamat serta banyak mengingat-Nya.

Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa uswatun hasanah dalam ayat tersebut berarti keteladanan baik yang wajib diikuti oleh setiap muslim dalam seluruh aspek kehidupan.

Salah satu wujud nyata keteladanan itu adalah kesediaan Rasulullah membantu pekerjaan rumah tangga.

Dalam hadits riwayat Bukhari, Aisyah RA menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Ketika adzan berkumandang, beliau segera keluar untuk menunaikan shalat.

>>> Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027

Syekh Ibnu Allan merincikan aktivitas Nabi di rumah, antara lain memeriksa pakaian, memerah susu kambing, menambal baju, menjahit sandal, menyapu rumah, hingga membawa barang dagangan dari pasar.

Semua itu dilakukan tanpa membebani istri.

Wujud Kerendahan Hati dan Kedisiplinan Ibadah

Nabi Muhammad SAW selalu mengurus kebutuhan dirinya sendiri meskipun memiliki kedudukan tertinggi sebagai utusan Allah. Imam Al-Munawi menyebutkan bahwa sikap ini mengajarkan umat Islam untuk menjauhi kesombongan.

Selain kerendahan hati, Rasulullah juga memberikan contoh ketegasan dalam memprioritaskan akhirat.

>>> PKP Siapkan Rp2,2 Triliun untuk Hunian Tetap Pasca Bencana Sumatera

Imam Ibnu Rajab Al-Hambali menerangkan bahwa seorang muslim dianjurkan segera meninggalkan kesibukan duniawi dan bergegas menunaikan shalat begitu waktunya tiba.