Rasulullah SAW memberikan teladan mulia dalam memuliakan orang miskin melalui peristiwa yang dialami seorang budak perempuan bernama Barirah.

Kisah ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang dan penghargaan beliau terhadap sesama manusia, tanpa memandang status sosial.

>>> BPS Perluas Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 ke Kepri dan Sulsel

Barirah adalah seorang budak perempuan miskin yang memiliki rasa cinta mendalam kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia sangat berharap suatu hari nabi berkenan mengunjungi gubuknya, namun keinginan itu lama dipendam karena ia merasa tidak memiliki apa pun untuk disuguhkan.

Suatu ketika, Barirah menerima makanan yang cukup mewah dari seorang sahabat. Makanan lezat itu belum pernah ia nikmati sepanjang hidupnya.

Sebelum mencicipinya, ia merasa hidangan itu lebih pantas disuguhkan kepada Rasulullah SAW yang selama ini ia rindukan.

Rasulullah SAW Memenuhi Undangan Barirah

Setelah menerima undangan, Rasulullah SAW datang ke rumah Barirah bersama para sahabat. Ketika melihat hidangan yang tersaji, salah seorang sahabat menduga makanan tersebut berasal dari zakat atau sedekah.

Sahabat itu mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak boleh memakan zakat atau sedekah.

>>> Pengembangan Lapangan Sejadi Kaltim Tambah Produksi Minyak 1.865 BOPD

Ucapan tersebut membuat Barirah terkejut. Ia begitu bahagia karena Rasulullah datang hingga lupa bahwa beliau tidak menerima zakat dan sedekah.

Perasaan takut, gelisah, malu, dan sedih bercampur menjadi satu karena khawatir menyajikan hidangan yang diharamkan.

Dalam situasi itu, Rasulullah menunjukkan kemuliaan akhlaknya. Beliau menenangkan Barirah dengan kelembutan yang menyejukkan hati.

Beliau menjelaskan bahwa makanan itu adalah sedekah untuk Barirah, sehingga sudah menjadi miliknya. Lalu Barirah menghadiahkannya kepada Rasulullah, sehingga beliau boleh memakannya.

Setelah mengucapkan hal tersebut, Rasulullah SAW pun memakan hidangan yang disajikan Barirah tanpa rasa segan.

>>> Peserta JKN Nilai Layanan IGD RS Berjalan Cepat dan Tanpa Diskriminasi

Sikap ini menjadi teladan nyata bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menghargai ketulusan serta memuliakan orang miskin.