Huawei Berterima Kasih atas Pemblokiran Ekspor Chip AS
Kebijakan pembatasan akses teknologi strategis yang diterapkan Amerika Serikat terhadap China selama bertahun-tahun membawa dampak tak terduga.
Langkah pemblokiran ekspor semikonduktor tersebut kini dinilai menjadi pemicu positif bagi perkembangan industri dalam negeri China.
>>> Komdigi Terapkan Pembatasan Akses Media Sosial Anak Berdasarkan Risiko
Perusahaan raksasa teknologi China, Huawei, menyampaikan pandangan yang tidak biasa mengenai kebijakan pembatasan tersebut.
Bukannya mengeluhkan sanksi yang diterima, raksasa teknologi ini justru menyatakan rasa terima kasih mereka kepada pemerintah Washington.
Pernyataan tersebut dilontarkan karena kebijakan larangan ekspor dinilai telah mempercepat kemajuan sektor semikonduktor di Negeri Tirai Bambu.
Penjelasan ini diutarakan oleh Chairman Huawei, Liang Hua, dalam sebuah forum industri baru-baru ini.
Liang Hua memaparkan bahwa kontrol ketat dari Amerika Serikat memicu perusahaan-perusahaan domestik China untuk melipatgandakan dana riset dan pengembangan.
Tekanan ini mendorong mereka membangun rantai pasok teknologi secara mandiri.
"Pembatasan ekspor dari AS memaksa industri China berinvestasi lebih besar dalam inovasi dan pengembangan teknologi inti," kata Liang.
Pemerintah Amerika Serikat secara bertahap memperketat akses Huawei beserta korporasi China lainnya sejak tahun 2019.
Pembatasan ini meliputi pasokan komponen chip canggih, piranti lunak untuk desain semikonduktor, hingga mesin pembuat chip dari korporasi Barat.
Sanksi tersebut sempat mengakibatkan Huawei kehilangan komponen vital untuk memproduksi smartphone serta perangkat infrastruktur.
Dampak lainnya, Huawei tidak lagi diizinkan menyematkan layanan Google pada ponsel pintar Android yang mereka pasarkan ke pasar global.
>>> China Uji Embrio Manusia Buatan di Stasiun Luar Angkasa Tiangong
Kendati demikian, situasi tersebut direspons China dengan menekan ketergantungan pada pasokan luar negeri.
Pihak pemerintah dan sektor swasta bersinergi menggelontorkan investasi masif untuk melahirkan ekosistem teknologi buatan dalam negeri.
Update Terbaru
Ariana Grande Resmi Gelar Eternal Sunshine Tour Setelah 7 Tahun Vakum
Senin / 08-06-2026, 17:49 WIB
Komdigi Terbitkan Aturan Logistik Hijau demi Ekosistem Pos Berkelanjutan
Senin / 08-06-2026, 17:49 WIB
Bareskrim Periksa Manajemen DWP Terkait Promosi Whip Pink
Senin / 08-06-2026, 17:49 WIB
Jet Pribadi Kian Diminati Konglomerat di Tengah Lonjakan Harga Avtur
Senin / 08-06-2026, 17:48 WIB
Xi Jinping Kunjungi Kim Jong Un di Pyongyang, Tegaskan Komitmen Bilateral
Senin / 08-06-2026, 17:48 WIB
Kemenkes Proyeksikan Kebutuhan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Meningkat
Senin / 08-06-2026, 17:48 WIB
Pencairan PKH Tahap 2 Berakhir Juni 2026, Kemensos Imbau KPM Cek Status
Senin / 08-06-2026, 17:48 WIB
NASA dan Prada Rancang Pakaian Dalam Khusus untuk Misi Artemis IV
Senin / 08-06-2026, 17:44 WIB
Kombinasi Sentimen Negatif Tekan Harga Bitcoin, Analis Ungkap Peluang Rebound
Senin / 08-06-2026, 17:44 WIB
Widya Wirayanti Rilis EP Perdana The Therapy Called Love di Hari Ulang Tahun
Senin / 08-06-2026, 17:44 WIB
Harry Styles Traktir Semua Pesanan di Dua Kafe Amsterdam
Senin / 08-06-2026, 17:41 WIB
United E-Motor Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026 dengan Diskon hingga 50 Persen
Senin / 08-06-2026, 17:41 WIB
Park Bo Young Tanggapi Hujatan karena Bicara soal Protes Kekurangan Surat Suara
Senin / 08-06-2026, 17:41 WIB
Kemenhaj Evaluasi Operasional Haji setelah Pulangkan 47.012 Jemaah
Senin / 08-06-2026, 17:40 WIB






