China Uji Embrio Manusia Buatan di Stasiun Luar Angkasa Tiangong
China mengambil langkah maju dalam penelitian reproduksi luar angkasa dengan mengirimkan embrio buatan manusia ke stasiun luar angkasa Tiangong.
Sampel biologis tersebut diluncurkan pada 10 Mei lalu dan menghabiskan lima hari di orbit Bumi rendah sebelum dikembalikan ke Bumi.
>>> XLSmart Gelar Bravo 500 Summit 2026 untuk Dorong Transformasi Digital Nasional
Penelitian ini dipimpin oleh para ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences. Embrio buatan dibuat dari sel punca manusia, bukan dari pembuahan alami.
"Embrio buatan manusia ini dibuat dari sel punca manusia sebagai bahan bakunya," kata Yu Leqian, pemimpin proyek, dalam pernyataan resmi.
"Ini bukan embrio manusia sungguhan dan tidak memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi individu. Namun, ia dapat berfungsi sebagai model untuk mempelajari perkembangan awal manusia," tambahnya.
Para peneliti membagi sampel menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dikultur pada sel rahim untuk mereplikasi tahap penempelan embrio pada dinding rahim.
Kelompok kedua dimasukkan ke dalam chip mikrofluida yang meniru proses sel mengatur ulang dirinya menjadi lapisan jaringan dan organ.
>>> IDMC 2026 Beralih ke Layar Digital Interaktif, Tinggalkan Media Cetak
Semua embrio disimpan dalam wadah kultur khusus. Setelah lima hari, sampel langsung dibekukan untuk menjaga integritasnya sebelum dianalisis di Bumi.
Sampel identik juga dikembangkan di laboratorium darat sebagai pembanding. Ilmuwan ingin melihat perbedaan perkembangan antara luar angkasa dan Bumi.
"Kami berharap dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan embrio manusia di lingkungan luar angkasa, serta mengatasi risiko dan tantangan yang mungkin dihadapi manusia selama menghuni luar angkasa dalam jangka panjang," ujar Yu.
Tantangan Reproduksi di Antariksa
Durasi perkembangan embrio di Tiangong setara dengan 14 hingga 21 hari setelah pembuahan alami, fase kritis pembentukan organ tubuh.
Kelainan pada periode ini dapat berdampak langsung pada perkembangan janin. Radiasi kosmik dan gravitasi mikro diketahui berpotensi merusak sel reproduksi dan mengganggu pembelahan embrio.
>>> Venus dan Jupiter Bertemu Juni 2026, Ini Panduan Melihatnya
Melalui eksperimen ini, China berupaya mengumpulkan data primer dari orbit untuk meminimalkan dampak negatif tersebut.
Update Terbaru
PT Danantara Sumberdaya Indonesia Terapkan Biaya Layanan Ekspor SDA
Senin / 08-06-2026, 16:49 WIB
Bocoran Desain Samsung Galaxy S26 FE Muncul di Database WPC
Senin / 08-06-2026, 16:49 WIB
Persija Jakarta Ikat Shin Tae-yong Tiga Tahun untuk Bangun Fondasi Klub
Senin / 08-06-2026, 16:48 WIB
DJP Blokir Masif Rekening Penunggak Pajak Rp2,5 Triliun
Senin / 08-06-2026, 16:48 WIB
OJK Catat Aset Industri Asuransi Naik 3,39% Jadi Rp1.202 Triliun
Senin / 08-06-2026, 16:48 WIB
Ekuitas LKM Konvensional Turun Jadi Rp 371,74 Miliar per April 2026
Senin / 08-06-2026, 16:48 WIB
Rawat Baterai Mobil Hybrid Setiap 8 Bulan untuk Jaga Performa
Senin / 08-06-2026, 16:48 WIB
Persija Jakarta Ikat Shin Tae-yong Tiga Tahun demi Proyek Jangka Panjang
Senin / 08-06-2026, 16:44 WIB
4 Cara Kelola Pengeluaran Dompet Digital Agar Tetap Hemat
Senin / 08-06-2026, 16:44 WIB
Persija Gandeng Shin Tae-yong untuk Bangun Fondasi Proyek Jangka Panjang
Senin / 08-06-2026, 16:44 WIB
Reno Salampessy Cedera Usai Bawa Indonesia Kalahkan Vietnam di Piala AFF U-19
Senin / 08-06-2026, 16:41 WIB
BPOM Sita Kosmetik Ilegal Rp27,6 Miliar dari Gudang di Tangerang
Senin / 08-06-2026, 16:41 WIB
Dreame Puncaki Pasar Robot Vacuum Global Kuartal I 2026 Versi IDC
Senin / 08-06-2026, 16:40 WIB
Danantara Pastikan Ekspor Sumber Daya Alam Berjalan Transparan
Senin / 08-06-2026, 16:40 WIB






