Rencana untuk mengakhiri masa pakai Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan menjatuhkannya ke laut menuai kritik dari para peneliti kelautan.

NASA berencana menggunakan wahana antariksa buatan SpaceX untuk mendorong ISS keluar dari orbitnya.

>>> Cara Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Juli 2026

Stasiun seberat 420 metrik ton itu dijadwalkan jatuh di Samudra Pasifik Selatan, tepatnya di dekat Point Nemo.

Point Nemo dikenal sebagai 'kuburan pesawat antariksa' karena menjadi lokasi jatuhnya ratusan wahana antariksa yang sudah tidak berfungsi.

Kekhawatiran Ahli Kelautan

Presiden The Ocean Foundation, Mark Spalding, mengatakan rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran serius bagi kesehatan laut. Menurutnya, komunitas antariksa belum cukup mempertimbangkan dampak lingkungan.

Spalding menyoroti adanya celah dalam hukum internasional yang dipertegas oleh rencana pembuangan ISS.

>>> Kekhawatiran Publik AS terhadap Gelembung AI di Industri Teknologi Meningkat

Ia juga menekankan bahwa tidak semua bagian stasiun akan habis terbakar saat masuk kembali ke atmosfer.

Ketidakpastian mengenai dampak struktur sebesar lapangan sepak bola itu saat tenggelam menjadi masalah utama. 'Kami tidak tahu persis apa yang akan terjadi,' ujar Spalding.

Sebagai alternatif, Government Accountability Office AS menyarankan agar ISS diubah menjadi modul yang bisa disewakan ke perusahaan antariksa komersial.

>>> RM BTS Resmi Jadi Duta Warisan Budaya Korea Selatan

Namun, NASA tetap pada rencana awal untuk menenggelamkannya.