Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa rangkaian serangan terbaru antara Israel dan Iran tidak memengaruhi jalannya negosiasi damai dengan Teheran.

Pernyataan tersebut merespons serangan udara mendadak militer Israel ke Beirut, Lebanon, pada hari Minggu, yang dibalas dengan salvo rudal oleh Iran ke target-target Israel.

>>> Merdeka Gold Temukan Tambahan 445 Ribu Ons Emas di Gorontalo

Trump menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak memiliki kendali atas keputusan strategis terkait kesepakatan damai tersebut.

"Serangan itu tidak akan memberikan dampak apa pun terhadap kesepakatan damai," ujar Trump.

Ia menekankan bahwa otoritas penuh atas keputusan tersebut berada di tangannya, bukan pada pemimpin Israel.

"Saya yang memegang kendali. Saya yang menentukan semua keputusan.

Dia (Netanyahu) tidak memegang kendali," kata Trump.

Sebelum eskalasi akhir pekan ini, Trump dilaporkan telah menekan Israel melalui telepon untuk menghentikan agresi di Lebanon demi membuka ruang kesepakatan komprehensif.

Pejabat AS mengungkapkan Trump kembali menghubungi Netanyahu selama 30 menit pada hari Minggu pascaserangan rudal Iran untuk meminta Israel menahan diri dari balasan langsung.

"Kita sudah sangat dekat untuk menghasilkan sesuatu yang baik dalam kesepakatan ini," ujar Trump.

Hingga Senin dini hari, militer Israel belum meluncurkan serangan balasan ke wilayah Iran karena belum menerima perintah dari otoritas tertinggi.

>>> OpenAI Luncurkan Lockdown Mode untuk Lindungi ChatGPT dari Serangan Prompt Injection

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim rudal mereka berhasil menyasar pangkalan udara Ramat David, meskipun militer Israel menyatakan sebagian besar rudal berhasil diintersepsi.

Eskalasi situasi di Timur Tengah ini langsung memicu kenaikan harga minyak mentah dunia Brent hingga melesat lebih dari 2 persen di atas level 95 dolar AS per barel.