Hal inilah yang kemudian memicu respons keras dari pihak Amerika Serikat.

Gedung Putih dengan tegas membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar.

Trump kembali menegaskan posisinya bahwa tidak boleh ada satu negara pun yang secara sepihak mengendalikan jalur pelayaran internasional di selat tersebut.

Pandangan Pakar Terkait Pengendalian Selat Hormuz

Amos Hochstein, Penasihat Energi Senior untuk mantan Presiden Joe Biden, memberikan pandangan berbeda mengenai situasi di lapangan.

Ia menilai bahwa para pemimpin di Timur Tengah sudah meyakini bahwa Iran secara efektif telah memegang kendali atas Hormuz.

Menurut Hochstein, terlepas dari apa pun isi kesepakatan resminya nanti, pengaruh Iran di wilayah selat tersebut akan tetap dominan.

Pandangan ini didasarkan pada persepsi negara-negara di kawasan yang melihat posisi strategis Iran selama konflik berlangsung.

Berikut adalah ringkasan perkembangan harga minyak dunia di akhir Mei 2026:

  • Penurunan Bulanan Brent: Mencapai lebih dari 19%, menjadi rekor penurunan terburuk dalam enam tahun terakhir.
  • Penurunan Bulanan WTI: Merosot hampir 17%, performa paling rendah sejak pertengahan tahun 2025.
  • Sentimen Utama: Negosiasi kesepakatan pembukaan Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata 60 hari.
  • Ketegangan Militer: Aksi saling serang antara Iran dan AS yang sempat memicu volatilitas harga harian.
  • Syarat AS: Tuntutan penghentian program senjata nuklir dan pembersihan ranjau di jalur pelayaran.

Citigroup dalam laporannya menyebutkan bahwa pasar minyak kini mulai menemukan titik keseimbangan baru.

Para investor mulai mengesampingkan skenario terburuk mengenai gangguan pasokan seiring dengan semakin dekatnya titik temu antara Washington dan Teheran.

Meskipun ketidakpastian masih menyelimuti pasar keuangan, harapan akan kelancaran distribusi energi melalui Selat Hormuz memberikan sentimen positif bagi stabilitas harga.

Pelaku pasar kini menunggu keputusan final dari Presiden Trump terkait pengesahan nota kesepahaman tersebut.

Berikut adalah perbandingan harga penutupan minyak mentah pada akhir pekan ini:

  • Brent (Internasional): US$ 92,05 per barel, turun 1,77%
  • WTI (Amerika Serikat): US$ 87,36 per barel, turun 1,73%

Data di atas menunjukkan bagaimana respon pasar terhadap perkembangan terbaru di Ruang Situasi Gedung Putih.

>>> Telkomsel Jamin Streaming Piala Dunia 2026 Anti Lemot, Jaringan 5G Jadi Andalan Utama

Ketegangan yang mulai mereda secara bertahap memberikan dampak langsung pada koreksi harga di pasar komoditas global.