Mengapa Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan Terjadi Berpasangan? Ini Sebabnya
Kunci penentu ada pada dua titik perpotongan orbit Bulan dengan ekliptika yang disebut node. Musim gerhana dimulai ketika Matahari berada dekat salah satu node tersebut.
Selama Matahari masih berada di sekitar titik itu, peluang gerhana terbuka. Ketika posisinya menjauh, musim gerhana pun berakhir.
Perhitungan orbit jangka panjang menunjukkan bahwa node Bulan bergerak perlahan ke arah barat sekitar 19,3 derajat per tahun. Pergeseran ini membuat musim gerhana datang sekitar 19 hari lebih awal setiap tahunnya.
Mengapa Hampir Selalu Berpasangan?
Begitu musim gerhana dimulai, dua peristiwa hampir tak terhindarkan. Jika fase bulan baru terjadi lebih dulu di dekat node, gerhana Matahari akan berlangsung.
Sekitar dua minggu kemudian, saat Bulan mencapai fase purnama dan berada dekat node berlawanan, Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga tercipta gerhana Bulan.
Urutannya bisa juga terbalik. Dalam kondisi tertentu yang sangat presisi, bahkan dapat terjadi tiga gerhana dalam satu musim, meski kebanyakan hanya menghasilkan dua.
Musim Gerhana 2026
Tahun 2026 menjadi contoh jelas pola tersebut dengan dua musim gerhana besar, masing-masing menghadirkan sepasang gerhana.
Februari–Maret 2026
Musim pertama dimulai pada 17 Februari 2026 dengan gerhana Matahari cincin. Pada peristiwa ini, sekitar 96 persen permukaan Matahari tertutup Bulan, menyisakan lingkaran cahaya tipis yang dikenal sebagai cincin api selama maksimum 2 menit 20 detik.
Fenomena cincin api hanya dapat disaksikan dari sebagian wilayah Antarktika, sementara gerhana sebagian terlihat di Antarktika, Afrika tenggara, dan sebagian Amerika Selatan.
Dua minggu berselang, tepatnya 3 Maret 2026, terjadi gerhana Bulan total. Bulan akan berada sepenuhnya di dalam bayangan umbra Bumi selama 58 menit 18 detik.
Update Terbaru
Casey Stoner Sukses Jalani Operasi Tulang Punggung Setelah 20 Tahun Menderita
Jumat / 24-07-2026, 03:28 WIB
Diduga Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Dilaporkan ke Polisi
Jumat / 24-07-2026, 03:24 WIB
Fenomena Letupan Belerang di Danau Batur, 25 Ton Ikan Nila Mati
Jumat / 24-07-2026, 03:24 WIB
Thierry Henry Ungkap Rahasia Dominasi Spanyol di Sepak Bola Dunia
Jumat / 24-07-2026, 03:24 WIB
Galaxy Z Fold 8 Kehilangan Fitur Flex Mode
Jumat / 24-07-2026, 03:18 WIB
Galaxy Watch Ultra 2 Lebih Tipis dan Nyaman Dipakai Meski Baterai Lebih Besar
Jumat / 24-07-2026, 03:18 WIB
Elon Musk Akui Terlalu Terlibat Politik, DOGE Dinilai Bikin Kekaisarannya Runtuh
Jumat / 24-07-2026, 02:57 WIB
Jadwal Pre-load Halo Campaign Evolved untuk PS5, PC, dan Xbox
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
Sapi Terlupakan 130 Tahun: Kisah Adaptasi di Pulau Amsterdam
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
Prabowo Tegaskan Pemerintah Tidak Antikritik, Bedakan dengan Caci Maki dan Fitnah
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
Dude Harlino Ungkap Alasan Kembalikan Rp5,25 Miliar: Bentuk Empati kepada Korban Dana Syariah
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
Guru Besar Unair: Eksepsi Dokter Tifa Skenario Politik Lindungi Jokowi
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
BNI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S2, Ini Posisi dan Jadwal Pendaftarannya
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
CEO Ubisoft Dukung Langkah Sony Hentikan Game Fisik PlayStation
Jumat / 24-07-2026, 02:53 WIB







