Nicho Silalahi Kritik IPW: Seharusnya Desak Copot Kapolri, Bukan Jaksa Agung
Aktivis kemasyarakatan Nicho Silalahi mengkritik langkah Indonesia Police Watch (IPW) yang mendesak Jaksa Agung ST Burhanuddin mundur atau diberhentikan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Nicho, IPW seharusnya mendesak pencopotan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Ia menilai Kapolri gagal menindaklanjuti kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
>>> Sherly Tjoanda: Masih Ada 43 Desa di Maluku Utara Belum Berlistrik
Nicho menyoroti bahwa Polri justru menyerahkan penanganan kasus tersebut ke Kejaksaan RI sebelum berkas dinyatakan lengkap (P21).
"Mangkin kelihatan kalau IPW ini cuma sebatas anak main dari Polri, bukannya mendesak Copot Kapolri @ListyoSigitP karena telah gagal dalam menindak lanjuti kasus Jampidsus dan malah membiarkan anak buahnya menyerahkan penanganan kasus itu pada @KejaksaanRI sebelum P21," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (16/7).
IPW Desak Jaksa Agung Mundur
Sebelumnya, Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyampaikan pernyataan sikap agar Burhanuddin mundur atau dicopot.
Hal ini menyusul penetapan Febrie Adriansyah sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Polri.
>>> Meutya Hafid Sambut Baik Aturan Pembatasan Gadget di Sekolah
IPW menilai dugaan korupsi yang menjerat Febrie terjadi saat Burhanuddin masih aktif menjabat sebagai pimpinan Korps Adhyaksa.
Karena itu, Burhanuddin dianggap tidak bisa lepas tangan atas pengawasan internal institusinya.
"Kedua, karena kasus yang diselidiki dengan tersangka mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah terkait dengan beberapa kasus dan berlangsung pada masa tugasnya Jaksa Agung, ST Burhanuddin maka seharusnya Jaksa Agung mundur dari jabatannya.
Atau, Presiden Prabowo memberhentikan ST Burhanuddin selalu Jaksa Agung," kata Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/6/2026).
>>> Vokalis Beartooth Caleb Shomo Umumkan Dirinya Gay, Istri Ajukan Cerai
Menurut IPW, pergantian pimpinan di Kejaksaan Agung diperlukan agar penanganan perkara Febrie berjalan transparan, adil, dan bebas dari hambatan psikologis maupun struktural antarlembaga.
Update Terbaru
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Target Bawa Timnas ke Piala Dunia 2030
Kamis / 16-07-2026, 13:22 WIB
Perang Iran Belum Selesai, Trump Sudah Siapkan Rencana Invasi ke Kuba
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
WN Singapura Cekik Pacar di Bali Hingga Tewas, Pelaku Ditangkap
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Iran Lancarkan Serangan Siber ke HP Tentara AS di Timur Tengah
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Terungkap Isi Cekcok Bellingham dan Messi Saat Inggris vs Argentina
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Cristian Romero Viral Usai Rayakan Gol dan Kemenangan di Depan Pemain Inggris
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
FIFA Rencanakan Halftime Show di Final Piala Dunia 2026, Kontroversi Muncul
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB
Menteri PU Bantah Mutasi Pegawai Terkait Bocornya Surat Perjalanan Dinas
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB
AS Ikut Tembaki Kapal Tanker di Dekat Selat Hormuz, Ada Apa?
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB
Fenomena SDN Minim Murid, Komisi X DPR Beri Catatan Buat Pemerintah
Kamis / 16-07-2026, 13:14 WIB
Luke Vickery Resmi Ambil Sumpah WNI, Satu Langkah Lagi Bela Timnas Indonesia
Kamis / 16-07-2026, 13:14 WIB
KPK Periksa Tenaga Ahli Bobby Rizaldi dan Dirjen PKN V BPK
Kamis / 16-07-2026, 13:14 WIB
ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Percepat Penetration Testing Jadi Hitungan Jam
Kamis / 16-07-2026, 13:14 WIB







