Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Tito Karnavian, mendukung pengembangan tenun Tana Toraja sebagai penggerak ekonomi kreatif.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pelestarian warisan budaya.

>>> Bos KAI Ungkap Alasan KRL Belum Berhenti di Stasiun Gambir

Tri menyampaikan dukungan tersebut saat meresmikan pelatihan pembuatan dan pemanfaatan pewarna alami di Pasar Seni Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Senin (6/7).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dekranasda Tana Toraja.

"Oleh sebab itu, tentu mengandung motif-motif ataupun filosofi yang berkaitan dengan kepercayaan, dan status sosial masyarakat di Tana Toraja ini.

Sehingga ada motif-motif yang memang harus dijaga kelestariannya," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7).

Tri menjelaskan bahwa tenun Tana Toraja merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang perlu terus dijaga kelestariannya.

Namun, wastra ini juga harus beradaptasi dengan kebutuhan pasar di tengah arus modernisasi dunia fesyen.

Menurutnya, sektor kerajinan ini tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya melainkan juga sebagai sumber ekonomi yang unggul.

Sektor ekonomi kreatif ini dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional.

"Secara global menjadi sumbangan [ekonomi] dari UMKM khususnya kerajinan. Karena ini masuk ekonomi kreatif, pasti kita ingin ini menjadi suatu sumber ekonomi yang unggul," tambah dia.

Melalui pelatihan ini, Tri berharap perajin dapat melahirkan lebih banyak kreasi baru dari kekayaan wastra daerah.

>>> Netanyahu Protes Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki

Pengembangan variasi motif dan teknik produksi tetap diperlukan agar produk semakin diminati oleh pasar modern.

Selain pengembangan produk, ia juga menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi wastra daerah melalui pendaftaran indikasi geografis.