PT Kereta Api Indonesia (KAI) buka suara soal alasan Commuter Line (KRL) yang melintas di Stasiun Gambir belum melayani naik dan turun penumpang.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut pembukaan layanan KRL di Gambir masih memerlukan sejumlah tahapan agar operasional tetap aman dan andal.

>>> Netanyahu Protes Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki

Rencana integrasi layanan KRL di Gambir merupakan bagian dari pengembangan stasiun tersebut. Namun, pelaksanaannya tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

"Integrasi itu perlu tahap. Pelanggan harus mendapat akses yang lebih mudah, tetapi keselamatan dan keandalan operasi tetap nomor satu.

Karena itu, kesiapan peron, alur pelanggan, listrik, persinyalan, kapasitas lintas, dan koneksi moda lanjutan harus dihitung dengan benar," ujar Bobby dalam keterangan resmi, Rabu (8/7).

Saat ini KRL Bogor Line melintas di jalur layang Stasiun Gambir.

Dalam sehari, terdapat 326 perjalanan KRL lintas Jakarta Kota-Bogor dan Jakarta Kota-Nambo pulang pergi yang melewati stasiun tersebut.

Kendati demikian, KAI menegaskan KRL belum melayani aktivitas naik dan turun penumpang di Gambir. Pembahasan mengenai layanan tersebut masih dilakukan secara bertahap.

Menurut Bobby, pengembangan Gambir bukan untuk menggantikan peran Stasiun Manggarai sebagai pusat transit antarlintas. Kedua stasiun akan memiliki fungsi yang saling melengkapi.

"Gambir tidak kami benturkan dengan Manggarai.

Manggarai tetap menjadi pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir kami siapkan sebagai pintu KA Jarak Jauh di pusat kota, akses ke kawasan Monas, dan bagian dari integrasi transportasi publik Jakarta," kata Bobby.

Ia menilai akses transportasi umum menuju pusat Jakarta perlu terus diperkuat, terutama bagi masyarakat dari Bogor, Depok, Cibinong, Nambo, dan wilayah penyangga lainnya.