>>> MPR dan MK Teken MoU, MPR Dilibatkan dalam Tafsir Konstitusi

"Kita ingin masyarakat Jabodetabek punya akses yang lebih mudah ke pusat kota.

Orang dari Depok, Bogor, Cibinong, Nambo, dan wilayah lain harus punya pilihan transportasi publik yang lebih baik untuk menuju kawasan Monas dan Gambir.

Jadi akses ke pusat kota tidak bertumpu pada kendaraan pribadi," ujarnya.

KAI mencatat kebutuhan integrasi tersebut semakin penting seiring meningkatnya jumlah pengguna KRL Jabodetabek.

Volume perjalanan KRL naik dari sekitar 217,9 juta pada 2022 menjadi 344,6 juta pada 2025 atau meningkat sekitar 58 persen dalam tiga tahun.

Bogor Line menjadi lintas dengan jumlah pelanggan terbesar, dengan total 155 juta perjalanan sepanjang 2025.

Selain menyiapkan pengembangan Gambir, KAI juga meningkatkan kapasitas layanan di lintas Bogor melalui pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor.

Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 15 Juli 2026.

Bobby mengatakan peningkatan kapasitas layanan tak cukup hanya dengan menambah rangkaian kereta. "Menambah rangkaian tidak bisa berdiri sendiri.

Peron harus siap, listrik harus siap, persinyalan harus siap, dan pola operasinya juga harus siap.

>>> Dampak Anak Terlalu Dikekang, Bisa Terbawa hingga Dewasa

Kalau semuanya tertata, kepadatan bisa dikelola lebih baik dan pelanggan mendapat layanan yang lebih nyaman," ujarnya.