Gangguan dasar panggul merupakan masalah kesehatan perempuan yang kerap diabaikan, padahal dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan.

Keluhan seperti sulit menahan buang air kecil, rasa tidak nyaman di panggul, hingga penurunan fungsi organ panggul muncul saat otot dan jaringan penyangga melemah.

in1

>>> SELAMAT! Abigail Sevinc Dogan Resmi Menikah dengan Odniel Alexander pada 18 Juni 2026

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi estetika, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG, FAUCICOG, MM.

, MARS, menjelaskan bahwa gangguan ini dipicu oleh berbagai faktor biologis, gaya hidup, dan kondisi kesehatan.

Enam Faktor Pemicu

Faktor pertama adalah kehamilan. Selama hamil, beban pada panggul meningkat akibat pertumbuhan janin.

Perawatan kehamilan yang menyeluruh, termasuk kesehatan dasar panggul, sangat penting.

Kedua, persalinan pervaginam. Proses melahirkan normal membuat otot panggul bekerja keras.

Teknik mengejan yang kurang tepat dapat memberikan tekanan berlebih dan memicu gangguan.

>>> Investor Asing Borong Surat Berharga Jangka Panjang AS US$ 103 Miliar

Ketiga, obesitas. Berat badan berlebih meningkatkan tekanan pada panggul dan melemahkan kemampuan jaringan menopang organ.

Keempat, peningkatan tekanan abdomen kronis.

Aktivitas seperti membawa beban berat di kepala, seperti yang dilakukan perempuan Bali saat membawa banten, dapat melemahkan struktur penyangga panggul.

Kelima, menurunnya kadar estrogen. Perubahan hormonal saat perimenopause dan menopause mengurangi elastisitas jaringan dan kekuatan otot, meningkatkan risiko gangguan.

Keenam, operasi di daerah pelvis. Riwayat tindakan medis di panggul dapat memengaruhi struktur jaringan, otot, dan saraf penyangga organ.

>>> Bekasi Fajar Industrial Estate Targetkan Marketing Sales Rp 600 Miliar

Dr. Yeni menekankan pentingnya edukasi dan perawatan yang tepat untuk mencegah gangguan dasar panggul, terutama bagi perempuan yang berisiko tinggi.