Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar Pembinaan Jabatan Fungsional Guru Tahun 2026 di lingkungan Suku Dinas Pendidikan Wilayah I.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik.

>>> Jeffrey Hendrik Siap Lanjutkan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Selatan, Achmad Basyaruddin, menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak akan tercapai tanpa peran guru yang profesional dan berdedikasi.

Ia menyebut guru sebagai ujung tombak peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Achmad, jabatan fungsional guru bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral, profesional, dan sosial.

Pembinaan ini penting untuk memperkuat pemahaman guru mengenai pengembangan karier dan pemenuhan angka kredit.

Kegiatan ini juga menjadi sarana peningkatan kompetensi, etos kerja, dan profesionalisme guru.

Di tengah transformasi pendidikan, guru dituntut mampu beradaptasi dengan teknologi, perubahan kurikulum, dan kebutuhan peserta didik yang beragam.

>>> BPBD Sigi Catat Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi Jadi 3 Orang

Achmad mengajak guru untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, dan memanfaatkan program pelatihan sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme berkelanjutan.

Ia menekankan guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan inspirator.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta, Premi Lasari, menyatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru melalui pembinaan jabatan fungsional.

Peserta diharapkan memahami mekanisme pengembangan profesi, penyusunan administrasi, dan pengumpulan angka kredit.

Premi mengapresiasi dedikasi guru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Ia menegaskan peran guru sangat menentukan dalam mencetak generasi cerdas dan berkarakter yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

>>> Wamenko Pangan Dorong Sentra Cabai HSS Jaga Inflasi Kalsel

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan ini diikuti lebih dari 350 peserta secara luring dan daring.