Jaksel Gencarkan Pembuatan Eco Enzyme untuk Kurangi Sampah Organik
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menggencarkan pembuatan pupuk eco enzyme untuk mengurangi sampah organik di wilayahnya.
Duta Eco Enzyme Jakarta Selatan, Nurul Azizah Syafrin, mengatakan dalam lokakarya eco enzyme di Kantor Kecamatan Mampang Prapatan, Kamis, bahwa kegiatan ini dilakukan serentak oleh komunitas Sedulur Bunda Milenial, pelajar, dan unsur lainnya.
>>> Kamrussamad Dorong Pemerintah Perkuat Disiplin Fiskal dan Diplomasi Ekonomi
Azizah menjelaskan, bahan-bahan pembuatan eco enzyme merupakan sampah organik rumah tangga yang dimasukkan ke dalam wadah, dicampur dengan air, dan didiamkan selama kurang lebih tiga bulan.
"Nantinya, hasilnya akan sangat bermanfaat untuk kegiatan rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai dan untuk membersihkan sungai agar aromanya tidak berbau," ucapnya.
Pemkot Jaksel bersama Sedulur Bunda Milenial juga akan menggalakkan kegiatan pembuatan eco enzyme mulai dari tingkat kelurahan hingga RT/RW.
"Harapan saya, masyarakat dapat menggalakkan pembuatan eco enzyme ini dengan memanfaatkan limbah seperti molase dari limbah gula serta sisa-sisa buah," kata Azizah.
Kegiatan itu diikuti sekitar 160 peserta secara langsung dengan total pembuatan 16 galon eco enzyme.
>>> BI Optimistis Pertumbuhan Kredit Perbankan Tembus Dua Digit
Dukungan untuk Instruksi Gubernur
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan, Iwan K. Santoso, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan masif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, pembuatan eco enzyme mendukung Instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya.
"Terkait instruksi gubernur mengenai pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya, kami berharap warga mengikuti anjuran, saran, serta edukasi dan sosialisasi yang diberikan oleh Lurah dan Camat," kata Iwan.
Ia menambahkan, saat ini di Jakarta Selatan para Lurah dan Camat juga gencar membuat 'teba' atau biopori jumbo.
Iwan mengingatkan bahwa pada Agustus nanti, volume sampah yang bisa dibuang ke Bantargebang hanya sepertiga dari volume normal dan hanya untuk residu.
>>> Volume Perdagangan Bursa Capai 25 Miliar Saham, Sektoral Beragam
"Oleh karena itu, kami mohon bantuan dan dukungan seluruh warga untuk secara masif memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya," ucap dia.
Update Terbaru
Menhut: Tren Pengendalian Karhutla Saat El Nino Terus Membaik
Kamis / 18-06-2026, 17:36 WIB
Menteri LH: Butuh 540 Ribu Sekat Kanal di RI agar Karhutla Bisa Nol
Kamis / 18-06-2026, 17:36 WIB
Lima Laporan Pilot Terkait Layang-layang di KKOP Bandara Supadio
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Mandiri Jogja Marathon 2026 Padukan Kompetisi Lari dengan Wisata Budaya
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Pemprov Jateng Sediakan Sekolah Swasta Gratis Lewat Program Kemitraan
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Mengenal Bahaya Merkuri dan Ciri Fisik Kosmetik Ilegal
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2, Motor Adventure dengan Mesin V2 890 cc
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
ShopeePay Bagikan Ide Liburan Sekolah Hemat di Rumah
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Raul Gonzalez: Indonesia Punya Peluang Tampil di Piala Dunia
Kamis / 18-06-2026, 17:33 WIB
Persija Jakarta Lepas Empat Pemain Lokal Usai Tunjuk Shin Tae-yong
Kamis / 18-06-2026, 17:32 WIB
Situbondo Optimistis Produksi Padi Tembus 500.000 Ton Berkat Pupuk Organik Cair
Kamis / 18-06-2026, 17:32 WIB
Wapres Gibran Ajak Orang Tua Murid dan Pesantren Terlibat dalam Program MBG
Kamis / 18-06-2026, 17:32 WIB






