BI Optimistis Pertumbuhan Kredit Perbankan Tembus Dua Digit
Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan kredit perbankan sepanjang tahun ini tetap positif. Hingga Mei 2026, penyaluran kredit perbankan telah mencatatkan pertumbuhan dua digit.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayati mengungkapkan bahwa kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh sebesar 11,51% secara tahunan (YoY).
>>> Volume Perdagangan Bursa Capai 25 Miliar Saham, Sektoral Beragam
Angka ini meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang bertahan di kisaran 8% hingga 9%.
Menurut Destry, peningkatan ini utamanya didorong oleh sektor kredit produktif. Sektor kredit investasi menjadi penopang utama dengan kenaikan paling signifikan.
"Di bulan Mei ini kita melihat pertumbuhan kredit mencapai sekitar 11,51%. Pertumbuhan kredit tersebut lebih terfokus pada kredit investasi," ujar Destry, Rabu (18/6).
Destry memaparkan bahwa kredit investasi mampu tumbuh hingga 21,95% secara tahunan. Sementara itu, penyaluran untuk kredit modal kerja mengalami pertumbuhan di kisaran 8%.
Aktivitas ekonomi yang terus bergerak dinilai menjadi pemicu meningkatnya kebutuhan pembiayaan pada sektor produktif tersebut. "Artinya ada pertambahan kredit yang produktif.
Ini menunjukkan geliat ekonomi yang terus tumbuh, di mana kredit produktif tumbuh jauh lebih kuat dibandingkan kredit konsumtif," katanya.
Peluang Ekspansi Kredit Masih Terbuka
Peluang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit dinilai masih terbuka lebar sampai akhir tahun ini.
BI melihat masih banyak sektor ekonomi yang serapan kreditnya belum optimal jika dibandingkan dengan potensi riil yang dimiliki.
>>> Kemendikdasmen Rilis Rapor Pendidikan 2025 sebagai Rujukan Mutu
Beberapa sektor yang dinilai masih memiliki ruang ekspansi besar meliputi sektor pertanian, perdagangan, serta pengangkutan.
"Kami melihat masih banyak sektor yang pertumbuhan kreditnya jauh di bawah potensinya, seperti sektor pertanian, pengangkutan, dan perdagangan.
Ini menjadi peluang bagi perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit ke depan," ujarnya.
Kondisi likuiditas perbankan saat ini juga dipastikan sangat memadai untuk menopang ekspansi pembiayaan tersebut.
Destry mengungkapkan adanya potensi penyaluran modal dari fasilitas kredit yang belum ditarik oleh debitur (undisbursed loan) dengan nilai menembus Rp 2.000 triliun.
"Undisbursed loan masih ada sekitar Rp 2.000 triliun. Ini menjadi potensi bagi bank untuk menyalurkan kredit ke depan.
Artinya likuiditas sebenarnya ada di perbankan," kata Destry.
>>> Scaloni Kagumi Messi Usai Cetak Hattrick ke Gawang Aljazair
Melalui kombinasi pertumbuhan kredit yang positif dan likuiditas yang longgar, BI optimistis perbankan memiliki ruang besar untuk menyasar sektor-sektor berprospek tinggi.
Update Terbaru
Menhut: Tren Pengendalian Karhutla Saat El Nino Terus Membaik
Kamis / 18-06-2026, 17:36 WIB
Menteri LH: Butuh 540 Ribu Sekat Kanal di RI agar Karhutla Bisa Nol
Kamis / 18-06-2026, 17:36 WIB
Lima Laporan Pilot Terkait Layang-layang di KKOP Bandara Supadio
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Mandiri Jogja Marathon 2026 Padukan Kompetisi Lari dengan Wisata Budaya
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Pemprov Jateng Sediakan Sekolah Swasta Gratis Lewat Program Kemitraan
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Mengenal Bahaya Merkuri dan Ciri Fisik Kosmetik Ilegal
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2, Motor Adventure dengan Mesin V2 890 cc
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
ShopeePay Bagikan Ide Liburan Sekolah Hemat di Rumah
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Raul Gonzalez: Indonesia Punya Peluang Tampil di Piala Dunia
Kamis / 18-06-2026, 17:33 WIB
Persija Jakarta Lepas Empat Pemain Lokal Usai Tunjuk Shin Tae-yong
Kamis / 18-06-2026, 17:32 WIB
Situbondo Optimistis Produksi Padi Tembus 500.000 Ton Berkat Pupuk Organik Cair
Kamis / 18-06-2026, 17:32 WIB
Wapres Gibran Ajak Orang Tua Murid dan Pesantren Terlibat dalam Program MBG
Kamis / 18-06-2026, 17:32 WIB
Mumbai Hentikan Pasokan Air untuk Kolam Renang dan Konstruksi
Kamis / 18-06-2026, 17:32 WIB
Kinerja CMRY Kuartal III-2026 Diproyeksi Tumbuh Positif di Tengah Tekanan Biaya
Kamis / 18-06-2026, 17:32 WIB






