>>> Teknologi Regeneratif Stem Cell Makin Diminati untuk Penuaan Sehat

“Emas lebih cocok sebagai instrumen lindung nilai dan menjaga daya beli, sedangkan perak menawarkan potensi kenaikan yang lebih agresif namun dengan volatilitas yang lebih tinggi,” terang Brahmantya.

Proyeksi harga hingga kuartal III-2026 diperkirakan bergerak di rentang US$ 3.800 hingga US$ 4.100 per troy ons untuk emas.

Sementara itu, komoditas perak diprediksi berada pada kisaran US$ 60 sampai US$ 65 per troy ons.

"Kuartal III-2026 justru bisa menjadi fase akumulasi yang menarik.

Ketika banyak investor menunggu kepastian arah suku bunga, investor jangka panjang biasanya mulai membangun posisi secara bertahap sebelum katalis besar berikutnya muncul," pungkas Brahmantya.

Di sisi lain, terdapat pandangan bahwa sikap tegas dari bank sentral AS tersebut masih sangat bergantung pada dinamika data ekonomi yang akan rilis mendatang.

Fokus utama pasar saat ini tertuju pada kepastian dari kesepakatan geopolitik di Timur Tengah.

“Sentimen yang penting saat ini adalah kesepakatan final perdamaian Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang diharapkan akan bisa difinalisasi dalam 60 hari kedepan,” ujar Lukman.

Survei dari World Gold Council (WGC) tahun 2026 turut memperkuat sentimen positif ini dengan mencatatkan rekor antusiasme yang tinggi dari institusi keuangan global.

Lembaga tersebut mencatat bahwa hampir separuh dari bank sentral berencana mengekspansi cadangan mereka.

Analisis pasar sekuritas memperkirakan potensi kenaikan harga emas masih terbuka lebar dengan batas penurunan yang cenderung minimal.

>>> Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Piala Dunia 2026, Rashford Jadi Penentu

Berdasarkan perhitungan kuartal III-2026, nilai emas berpotensi menembus US$ 4.700 hingga US$ 4.900 per troy ons, sementara perak berpeluang mencapai US$ 85 hingga US$ 90 per troy ons.