KAI Perkuat Kereta PSO untuk Ekonomi Rakyat, KA Cikuray dan Kereta Petani-Pedagang Jadi Akses Produktif Masyarakat
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat peran kereta api Public Service Obligation (PSO) sebagai transportasi publik yang aman, terjangkau, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Penguatan tersebut dilakukan melalui penerapan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada layanan Pasar Senen–Lempuyangan pulang pergi dan KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen pulang pergi, serta Kereta Petani-Pedagang pada lintas Rangkasbitung–Merak dan KA Cikuray.
>>> Mentan Tegaskan Swasembada Beras, Tak Ada Izin Impor pada 2025
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang dihadirkan agar layanan kereta api semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan harian, petani, pedagang, pelaku UMKM, pekerja, pelajar, keluarga, serta masyarakat yang membutuhkan akses produktif dengan biaya terjangkau.
“Kereta api menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, pendidikan, pasar, layanan publik, dan peluang ekonomi.
Melalui layanan PSO, KAI bersama pemerintah ingin memastikan manfaat kereta api semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari pelanggan,” ujar Anne.
Kereta Ekonomi Kerakyatan
Kereta Ekonomi Kerakyatan mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui KA Tambahan Lempuyangan–Pasar Senen pulang pergi pada masa Angkutan Lebaran 2026, periode 11 Maret hingga 5 April 2026.
Berdasarkan data terbaru pada periode tersebut, layanan ini mencatat 24.398 pelanggan, terdiri atas 12.262 pelanggan relasi Lempuyangan–Pasar Senen dan 12.136 pelanggan relasi Pasar Senen–Lempuyangan.
Setelah penerapan tersebut, Kereta Ekonomi Kerakyatan juga digunakan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen pulang pergi. KA Cikuray pertama kali beroperasi pada 25 Maret 2022.
Sejak 11 Juni 2026, KA Cikuray dilayani dengan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang setelah diluncurkan di Stasiun Garut bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) dan Pemerintah Kabupaten Garut.
Update Terbaru
Kemen UMKM Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan SAPA untuk Program Strategis
Kamis / 18-06-2026, 19:12 WIB
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 di Prambanan, Diikuti 10.200 Pelari
Kamis / 18-06-2026, 19:11 WIB
IDAI Soroti Kejanggalan Kasus Hukum Dokter Anak di Pangkalpinang
Kamis / 18-06-2026, 19:11 WIB
Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026 Usai Proyek SKKL Rampung
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Timnas Jerman Targetkan Kemenangan Lawan Pantai Gading di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Ketrosden Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Polisi New York Siaga Cegah Lonjakan Perdagangan Seks di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
BPOM Terbitkan Aturan Baru Sertifikasi Kosmetik untuk Permudah Izin
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
BI Turunkan Batas Pembelian Dolar AS Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp71,12 Miliar di Kuartal I 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Wamendagri: SE Nobar Piala Dunia Dorong Ekonomi Daerah
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
DPR Ajak UMKM Perempuan Riau Perkuat Empat Pilar Kebangsaan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
BI Batasi Pembelian Dolar AS Tanpa Dokumen Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB






