KAI Perkuat Kereta PSO untuk Ekonomi Rakyat, KA Cikuray dan Kereta Petani-Pedagang Jadi Akses Produktif Masyarakat
>>> Pemerintah Tetapkan Libur Idul Adha 2026 Dua Hari Melalui SKB 3 Menteri
Kereta ini disiapkan dengan kapasitas 73 tempat duduk, ruang barang yang lebih tertata, kursi menyamping, serta pengaturan interior yang menyesuaikan kebutuhan petani, pedagang pasar, dan pelaku usaha kecil.
Balai Yasa Surabaya Gubeng berperan dalam penyiapan Kereta Petani-Pedagang, mulai dari penataan interior, ruang barang, pengaturan akses naik-turun, hingga aspek keselamatan perjalanan.
Sarana ini dirancang agar hasil pertanian, produk olahan, kerajinan, dan barang dagangan kecil dapat dibawa secara lebih tertib dalam perjalanan.
Kereta Petani-Pedagang pertama kali melayani lintas Rangkasbitung–Merak sejak 1 Desember 2025.
Berdasarkan data terbaru periode 1 Desember 2025 hingga 17 Juni 2026, layanan ini telah digunakan 27.824 pelanggan.
Rinciannya, Kereta Petani-Pedagang Rangkasbitung–Merak melayani 4.115 pelanggan pada Desember 2025, 4.535 pelanggan pada Januari 2026, 3.558 pelanggan pada Februari 2026, 3.249 pelanggan pada Maret 2026, 4.622 pelanggan pada April 2026, 4.937 pelanggan pada Mei 2026, dan 2.808 pelanggan pada 1–17 Juni 2026.
Pada lintas Rangkasbitung–Merak, Kereta Petani-Pedagang dirangkaikan dalam 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari, terdiri atas tujuh perjalanan Merak–Rangkasbitung dan tujuh perjalanan Rangkasbitung–Merak.
Layanan ini melayani 11 stasiun, yaitu Rangkasbitung, Jambu Baru, Catang, Cikeusal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjong Baru, Cilegon, Krenceng, dan Merak.
Bangkitan pelanggan Kereta Petani-Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak berasal dari wilayah permukiman, sentra pertanian, pasar tradisional, perdagangan lokal, kawasan industri, serta akses menuju Pelabuhan Merak.
Aktivitas pelanggan banyak terlihat di Cikeusal, Rangkasbitung, Serang, Cilegon, dan Merak, yang selama ini menjadi simpul mobilitas masyarakat Banten.
“Di lintas Rangkasbitung–Merak, Kereta Petani-Pedagang membantu masyarakat membawa hasil tani, olahan makanan, kerajinan, dan barang dagangan kecil dengan lebih tertib.
Update Terbaru
Mendagri: Infrastruktur Permanen Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana Sumatera
Kamis / 18-06-2026, 20:24 WIB
Kylian Mbappe Puji Kontribusi Michael Olise di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 20:24 WIB
Meta Resmi Rilis WhatsApp Plus di Indonesia, Cuma Rp13.900 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 20:24 WIB
Cara Cek PIP 2026 Lewat HP untuk Pastikan Pencairan Dana
Kamis / 18-06-2026, 20:21 WIB
Wärtsilä Uji Coba Mesin Hidrogen Murni 100 Persen di Spanyol
Kamis / 18-06-2026, 20:21 WIB
Serangan DDoS ke Organisasi di Indonesia Melonjak 62 Persen pada Kuartal I-2026
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Aplikasi Game MAGER Hadirkan Bonus Harian Lewat Misi dan Event
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Meta Resmi Luncurkan WhatsApp Plus Berbayar di Indonesia, Ini Fiturnya
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Unhas dan MPR RI Jalin Kerja Sama Perkuat Nilai Kebangsaan
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Perluasan Lahan Tebu Situbondo Tembus 598 Hektare, Lampaui Target
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
KSP Tinjau Program Cek Kesehatan Gratis Pelajar di Penjaringan Jakarta Utara
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga 2027
Kamis / 18-06-2026, 20:16 WIB
BGN Kaji Klasterisasi Insentif Dapur Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 20:15 WIB
Rektor UP: Nilai Pancasila Bukan Hafalan, Tapi Implementasi
Kamis / 18-06-2026, 20:15 WIB






