DPR Setujui Tambahan Anggaran Kemenag 2027 Rp 41,8 Triliun
Persetujuan ini menjadi hasil akhir dari Rapat Kerja Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) serta Rencana Kerja Pemerintah Kementerian/Lembaga (RKP-KL) Kemenag Tahun 2027.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari forum pendalaman antara Komisi VIII DPR dan para pejabat eselon I Kemenag pada 12 Juni 2026.
Menag menjelaskan bahwa Kemenag sebelumnya telah memperoleh pagu indikatif awal Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 87,6 triliun.
Dari jumlah tersebut, Rp 19 triliun telah dialokasikan untuk Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yang mencakup Program Wajib Belajar 13 Tahun, peningkatan kualitas pengajaran, dan pendidikan tinggi.
"Namun, hasil pendalaman bersama mitra legislatif menunjukkan perlunya afirmasi penambahan anggaran agar pelaksanaan tugas fungsi pelayanan keagamaan dan pendidikan dapat berjalan lebih utuh dan berkelanjutan," tuturnya.
Menurut Nasaruddin Umar, hasil kesepakatan anggaran tersebut akan segera didistribusikan ke berbagai unit kerja sesuai kebutuhan.
Porsi terbesar akan diterima Direktorat Jenderal Pendidikan Islam sebesar Rp 28,3 triliun untuk mendukung revitalisasi 4.598 madrasah serta operasional pesantren.
"Dukungan fiskal hasil kesepakatan ini akan langsung kami distribusikan secara proporsional ke tiap-tiap unit kerja, di mana Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memperoleh porsi terbesar yakni senilai Rp 28,3 triliun untuk pembiayaan revitalisasi 4.598 madrasah serta operasional pesantren," lanjutnya.
Selain Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, tambahan dana disalurkan lewat Sekretariat Jenderal sebesar Rp 7,9 triliun.
Alokasi serupa juga didistribusikan kepada Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha demi menaikkan insentif guru dan membenahi fasilitas sekolah keagamaan.
>>> Portugal Gagal Menang Lawan RD Kongo di Piala Dunia 2026
Menag menegaskan seluruh tambahan anggaran yang telah disetujui DPR akan dikelola secara transparan dan akuntabel agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan di Indonesia.
Update Terbaru
Republik Ceko vs Afrika Selatan: Perburuan Kemenangan Perdana di Grup A Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:40 WIB
Antara Beton dan Rasa Aman Warga: Surabaya Hentikan Proyek Box Culvert
Kamis / 18-06-2026, 08:40 WIB
Freeport Serahkan Draf Perjanjian Divestasi Saham 12 Persen ke Pemerintah
Kamis / 18-06-2026, 08:37 WIB
KPK Buka Peluang Periksa Lagi ASN Bea Cukai yang Viral Lari dari Jurnalis
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Empat Platform Ini Mudahkan Penggemar Pantau Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan AS di Kisaran 3,5 Persen
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Perbedaan UV Filter dan SPF dalam Sunscreen yang Perlu Diketahui
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Kementerian ESDM: Harga Pertamax Berpeluang Turun Jika Minyak Dunia Melemah
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Polisi Kerahkan 3.161 Personel Amankan Eksekusi Hotel Sultan
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan di Tengah Inflasi yang Masih Tinggi
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
Oriflame Indonesia Luncurkan Novage Proceuticals 10% Niacinamide Power Drops
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
Kawasaki Brusky 125 Siap Bersaing dengan Yamaha FreeGo 125 di Pasar Skutik
Kamis / 18-06-2026, 08:33 WIB
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat
Kamis / 18-06-2026, 08:33 WIB
Ekonom Prediksi BI Rate Tetap 5,50 Persen pada RDG Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:32 WIB






