Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,5-3,75 persen dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir Rabu (17/6/2026) waktu setempat.

Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar, namun The Fed memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih menjadi opsi kebijakan ke depan.

>>> Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah Tampil di Enam Piala Dunia

Rapat tersebut merupakan yang pertama dipimpin oleh Ketua The Fed Kevin Warsh, yang menggantikan posisi sebelumnya.

Perubahan Proyeksi dan Absennya Dot Plot Warsh

Salah satu perubahan signifikan adalah dihapusnya proyeksi penurunan suku bunga tahun ini dari dot plot, digantikan dengan peluang kenaikan.

Kevin Warsh secara sengaja tidak menyerahkan proyeksi suku bunga pribadinya dalam Summary of Economic Projections.

Dalam konferensi pers, Warsh menyatakan bahwa dirinya sedang membentuk satuan tugas untuk meninjau berbagai aspek operasional bank sentral, termasuk strategi komunikasi seperti dot plot dan konferensi pers.

"Saya tidak menyerahkan dot untuk diri saya sendiri. Menurut saya, itu tidak membantu dalam pelaksanaan kebijakan moneter," ujar Warsh.

Ia juga membuka kemungkinan perubahan besar dalam komunikasi The Fed ke depan.

Proyeksi Ekonomi dan Peluang Kenaikan

Median proyeksi suku bunga Fed Funds Rate akhir 2026 naik menjadi 3,8 persen, dari sebelumnya 3,4 persen pada Maret.

>>> Portugal Imbang Lawan RD Kongo, Cristiano Ronaldo Catat Rekor Buruk

Sebanyak sembilan dari 19 anggota FOMC memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga tahun ini, sementara delapan anggota memperkirakan suku bunga tetap, dan satu anggota memperkirakan penurunan.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga bergeser ke tahun 2027 dan 2028, seiring ketidakpastian inflasi akibat perang Iran.