Sentimen pasar juga didukung oleh optimisme terhadap kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.

Kesepakatan tersebut mencakup ketentuan yang memungkinkan Iran melanjutkan ekspor minyak serta memperpanjang gencatan senjata selama proses negosiasi berlangsung.

Rincian kesepakatan damai sementara mulai terungkap pada Selasa.

>>> Timnas Kongo Pamerkan Gaya Busana Sapeurs di Piala Dunia 2026

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut akan mengesampingkan isu senjata nuklir Teheran.

Sementara itu, seorang pejabat AS mengatakan kesepakatan tersebut akan memungkinkan Iran kembali menjual minyak setelah penandatanganan resmi dilakukan.

Memorandum of Understanding (MoU) yang hingga kini belum dipublikasikan itu memperpanjang gencatan senjata yang rapuh, yang sebelumnya diumumkan pada April, selama 60 hari tambahan guna membuka ruang bagi pembicaraan menuju gencatan senjata permanen.

Dalam kesepakatan tersebut, Amerika Serikat disebut akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.

Sebagai gantinya, Teheran akan mengizinkan kembali lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz yang secara efektif sempat terblocked sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari.

Namun demikian, para pelaku industri menilai pemulihan produksi dan aktivitas penyulingan minyak ke tingkat sebelum perang kemungkinan membutuhkan waktu yang tidak singkat, mulai dari beberapa pekan, beberapa bulan, hingga bertahun-tahun.

Di sisi lain, Israel mengambil jarak terhadap gencatan senjata April maupun kesepakatan terbaru antara AS dan Iran.

Kondisi tersebut menambah ketidakpastian mengenai keberlangsungan gencatan senjata yang baru disepakati.

Pada Selasa, serangan pesawat nirawak Israel dilaporkan menargetkan tiga kendaraan di wilayah Lebanon selatan.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai sejumlah lainnya, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).

Di tengah situasi tersebut, Trump bahkan melontarkan teguran publik yang jarang terjadi terhadap taktik militer Israel.

Fokus pasar kini sepenuhnya tertuju pada pengumuman kebijakan pertama Federal Reserve di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.

Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Meski demikian, investor akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru serta apa yang dikenal sebagai “dot plot” untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

>>> Samsung Hadirkan AI untuk Cek Kesehatan Hewan Peliharaan Lewat Foto

Pasar sangat sensitif terhadap setiap sinyal yang menunjukkan apakah para pembuat kebijakan masih melihat ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter pada akhir tahun ini.