DPR dan Pemerintah Sepakati Kerangka APBN 2027, Defisit Tetap Terjaga
Komisi XI DPR RI bersama Pemerintah menyepakati Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).
Kesepakatan ini menjadi landasan awal penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
>>> PANI Garap Proyek Perumahan dan Hotel Baru pada 2026
Persetujuan tersebut diambil dalam rapat kerja setelah mendengarkan penyampaian resume hasil Panitia Kerja (Panja) oleh pimpinan sidang.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memastikan kesiapan pemerintah terhadap hasil laporan yang telah dirumuskan bersama.
"Apakah dengan resume yang telah saya sampaikan tadi, pemerintah ada pandangan atau bisa menerima atau sudah setuju dengan apa yang disampaikan?"
tanya Misbakhun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mewakili pemerintah memberikan respons positif.
"Kami bisa menerima dan setuju dengan apa yang disampaikan," ucap Purbaya.
Ketukan palu sidang kemudian menandai pengesahan resmi seluruh poin kesepakatan KEM-PPKF.
>>> Prospek Saham Emiten Logam Makin Cerah Seiring Meredanya Ketidakpastian Regulasi
"Hasil Panja telah disepakati dan setuju antara komisi XI dengan pemerintah," kata Misbakhun.
Target Fiskal dan Ekonomi 2027
Penetapan postur menunjukkan defisit fiskal tetap dijaga ketat pada angka 1,80 hingga 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sementara itu, batas bawah rasio pendapatan negara mengalami kenaikan dari semula 11,82 persen menjadi 12,01 persen, dengan batas atas bertengger di level 12,40 persen dari PDB.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi perubahan target indikator penerimaan tersebut secara langsung.
"Disepakati rasio pendapatan negara 2027 pada kisaran 12,01% sampai 12,40% terhadap PDB," ucap Purbaya.
Adapun target pertumbuhan ekonomi nasional dipatok tetap pada kisaran 5,8 sampai 6,5 persen.
Proyeksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga disepakati tidak mengalami perubahan dari rentang awal, yakni sebesar Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
>>> Stres dan Makan Larut Malam Tingkatkan Risiko Gangguan Pencernaan
Indikator lain seperti inflasi, tingkat kemiskinan, kemiskinan ekstrem, pengangguran terbuka, rasio gini, indeks modal manusia, indeks kesejahteraan petani, GNI per kapita, dan indeks kualitas lingkungan hidup juga tetap sesuai target sebelumnya.
Update Terbaru
Ahmad Sahroni Klarifikasi Candaan ke Sherly Tjoanda, Akrab dengan Mendiang Suami
Senin / 27-07-2026, 03:36 WIB
Pengalihan Kasus Febrie ke Kejaksaan Dinilai Rugikan Polisi
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Bentrokan Maut di Menteng: Tiga Versi Berbeda Pemicu Keributan
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Analis CIA: Tak Ada Unsur Kejutan, Serangan ke Iran Bisa Berujung Bencana
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Blue Lock Chapter 355: Jepang vs Inggris Tentukan Nasib di Piala Dunia U-20
Senin / 27-07-2026, 03:14 WIB
Pameran Outback Art Fair ke-32 di Marquette Tampilkan Karya Seniman Lokal
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Marvel Studios Resmi Umumkan Ryan Gosling sebagai Ghost Rider di SDCC 2026
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Jacob Misiorowski Catat Rekor Brewers dengan 7 Strikeout Beruntun
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Polisi Madison Tak Punya Rekaman Bodycam Saat Tembak Pria Tunawisma
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
United Cajun Navy Bantah Klaim Nolan Wells Ditemukan Berpakaian Lengkap, Tuduh Crump Berbohong
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Suami Gendong Istri Terbalik ke IGD, Dokter Terkejut Ternyata Ini yang Terjadi
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi
Senin / 27-07-2026, 02:29 WIB
Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB







