Prospek Saham Emiten Logam Makin Cerah Seiring Meredanya Ketidakpastian Regulasi
Prospek saham emiten pertambangan logam diperkirakan semakin cerah setelah pemerintah meredakan sejumlah ketidakpastian regulasi yang sebelumnya membebani sektor ini.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey dan Naura Reyhan Muchlis, menyebut bahwa kebisingan regulasi yang sempat menahan laju valuasi emiten logam sepanjang semester I/2026 mulai diredam.
>>> Stres dan Makan Larut Malam Tingkatkan Risiko Gangguan Pencernaan
Dalam riset yang dipublikasikan Kamis (11/6/2026), mereka menjelaskan bahwa hasil rapat koordinasi antara pemerintah dan parlemen pada 8 Juni lalu menghasilkan beberapa keputusan penting.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan skema gross split tetap berlaku eksklusif untuk sektor migas, sehingga potensi penerapannya di sektor pertambangan mineral dibatalkan.
Pemerintah juga memberikan sinyal pendekatan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang lebih fleksibel serta menunda rencana revisi royalti.
"Dengan ditundanya proposal-proposal yang paling memberatkan serta kuota produksi yang kini menjadi lebih suportif, kami percaya risiko regulasi bagi sektor tambang logam telah termoderasi," ujar Andhika dan Naura.
Meski demikian, masih ada satu ketidakpastian struktural yang tersisa, yaitu implementasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 17/2026.
Aturan tersebut mewajibkan ekspor ferroalloy, termasuk Nickel Pig Iron (NPI), disalurkan satu pintu melalui BUMN ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) mulai 1 Januari 2027.
Hingga saat ini, detail komersial seperti struktur kepemilikan barang, metodologi penetapan harga, dan mekanisme penyelesaian transaksi masih belum jelas.
Namun, produk seperti nickel matte dan intermediate High Pressure Acid Leach (HPAL) dipastikan tetap dikecualikan dari skema ini.
>>> Kemenperin: Pelemahan Rupiah Belum Tekan Industri Tekstil Nasional
BRI Danareksa merekomendasikan investor untuk mencermati saham emiten yang memiliki benteng pertahanan kuat atau terisolasi dari risiko mekanisme ekspor satu pintu PT DSI.
Update Terbaru
Polisi Madison Tak Punya Rekaman Bodycam Saat Tembak Pria Tunawisma
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
United Cajun Navy Bantah Klaim Nolan Wells Ditemukan Berpakaian Lengkap, Tuduh Crump Berbohong
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Suami Gendong Istri Terbalik ke IGD, Dokter Terkejut Ternyata Ini yang Terjadi
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi
Senin / 27-07-2026, 02:29 WIB
Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Strategi Politik Jokowi: Karpet Merah untuk Gibran dan Transformasi Kaesang
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Buffalo Bills Hadapi Ujian Berat di Laga Pembuka Melawan Houston Texans
Senin / 27-07-2026, 02:14 WIB
PGDX 2026 Siap Digelar Akhir Juli di SMX Convention Center Manila
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
GM Raup 70 Sen dari Setiap Dolar Langganan, Hanya 4 Sen dari Penjualan Mobil
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
Jimmie Johnson Kembali ke No. 48 untuk Balap Perpisahan di Daytona 500 2027
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Utah Talons Kalahkan Chicago Bandits 2-1 di Laga Pembuka Final AUSL
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Lucas Glover Protes Teknik AimPoint dengan Melepas Sepatu di 3M Open
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Jalen Brunson Masuk Klub Tanpa Hambatan, Michael Porter Jr. Harus Diperiksa
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB







