Saham pilihan utama adalah PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan rekomendasi beli dan target harga Rp4.800 per saham.

ANTM dinilai memiliki risiko sangat minim terhadap kebijakan ekspor baru karena lebih dari separuh laba bersih bersumber dari perdagangan emas domestik yang bebas dari beban royalti ekspor.

"Sementara aktivitas ekspor secara keseluruhan hanya berkontribusi sekitar 2,5% terhadap total pendapatan perseroan," pungkas Andhika dan Naura.

Ekspektasi adanya penambahan kuota RKAB diharapkan mampu menopang pertumbuhan volume produksi pada semester II/2026.

Saham pilihan utama kedua adalah PT Timah Tbk. (TINS) dengan rekomendasi beli dan target harga Rp4.500 per saham.

Emiten ini berada sepenuhnya di luar cakupan tiga komoditas utama yang diatur dalam kebijakan ekspor satu pintu, sehingga memiliki risiko nol terhadap mekanisme korporasi PT DSI.

>>> Summarecon Agung Berharap Insentif PPN DTP Berlanjut Tahun Ini

"Dengan meredanya risiko royalti serta permintaan struktural yang solid dari sektor timah solder dan semikonduktor yang tetap utuh, rasio risk-reward saham TINS dinilai tetap atraktif," ucap keduanya.