PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menyiapkan sejumlah proyek baru sepanjang tahun 2026, mencakup sektor residensial hingga perhotelan.

Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem kawasan PIK2.

>>> Prospek Saham Emiten Logam Makin Cerah Seiring Meredanya Ketidakpastian Regulasi

Perusahaan baru saja meluncurkan proyek Ubud at Pasir Putih Residence sebanyak 74 unit yang didanai dari kas internal.

Manajemen memproyeksikan potensi penjualan dari seluruh unit mencapai Rp400 miliar.

Proyek Hotel Hilton dan Padma

Selain residensial, PANI melanjutkan pembangunan hotel bermerek Hilton dan Padma. Direktur PANI, Arthur Salim, menyatakan proyek tersebut berjalan beriringan dengan sektor perhotelan.

Direktur Pantai Indah Kapuk Dua, Yohanes Edmond Budiman, mengatakan Hotel Hilton di Central Business District PIK2 memiliki total investasi sekitar Rp800 miliar.

Infrastruktur ini direncanakan setinggi 20 lantai dengan kapasitas 271 kamar.

Kehadiran hotel ini untuk mengakomodasi kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran. Manajemen menargetkan Hotel Hilton beroperasi pada akhir tahun 2027 dan menjadi penyumbang utama recurring income.

>>> Stres dan Makan Larut Malam Tingkatkan Risiko Gangguan Pencernaan

Fokus bisnis tahun ini terbagi merata pada tiga sektor utama: perumahan, komersial, dan kawasan industri. Masing-masing segmen memiliki karakteristik dan basis pelanggan spesifik.

Melalui strategi keseimbangan pasar, PANI menargetkan marketing sales sebesar Rp4,3 triliun. Angka itu ditopang penjualan rumah, ruko, rukan, hingga kavling komersial.

Corporate Secretary PANI, Christy Grassela, menambahkan perusahaan melirik peluang dari beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) pada kuartal IV/2025.

NICE telah menjadi lokasi 46 acara besar sepanjang tahun ini, termasuk pameran industri, Java Jazz Festival, dan konser Westlife.

Secara finansial, PANI membukukan lonjakan pendapatan 82 persen secara tahunan menjadi Rp1,1 triliun pada kuartal I/2026.

>>> Kemenperin: Pelemahan Rupiah Belum Tekan Industri Tekstil Nasional

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat menjadi Rp578,3 miliar dari sebelumnya Rp49,5 miliar.