Kenaikan Suku Bunga Bikin Investor Selektif, Pasar Obligasi Korporasi Tetap Bertahan
Kenaikan suku bunga acuan dan yield Surat Berharga Negara (SBN) membuat investor semakin selektif dalam menempatkan dana di pasar surat utang.
Meski demikian, kondisi tersebut belum memicu perpindahan besar-besaran dari obligasi korporasi ke SBN.
>>> Goodyear Indonesia Minta Percepatan Sertifikasi SNI Pabrik di Jerman, Turki, dan China
Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin menilai kondisi saat ini lebih mencerminkan pergeseran preferensi ke instrumen yang dinilai lebih aman dan likuid.
Menurutnya, kenaikan BI-Rate menjadi 5,50% dan yield SBN membuat instrumen pemerintah semakin kompetitif karena menawarkan risiko kredit yang lebih rendah dengan tingkat imbal hasil yang lebih menarik.
"Investor dengan profil konservatif akan membandingkan tambahan yield obligasi korporasi dengan risiko kredit, likuiditas, dan potensi volatilitas harga yang harus ditanggung," ujar Ahmad kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, dukungan terhadap pasar SBN domestik masih cukup kuat.
Per 4 Juni 2026, kepemilikan SBN terbesar masih berasal dari Bank Indonesia (BI) yang mencapai Rp 1.863,61 triliun.
Sementara itu, bank umum memegang SBN senilai Rp 1.216,03 triliun.
Perusahaan asuransi dan dana pensiun juga menjadi investor utama dengan kepemilikan mencapai Rp 1.400,84 triliun.
Menurut Ahmad, karakter kewajiban jangka panjang yang dimiliki kedua institusi tersebut membuat SBN menjadi instrumen yang sesuai karena menawarkan risiko yang relatif rendah.
Meski demikian, Ahmad menegaskan obligasi korporasi tidak otomatis kehilangan daya tarik.
Hal itu tercermin dari penerbitan obligasi korporasi yang masih meningkat hingga Mei 2026, terutama dari emiten berperingkat tinggi yang memiliki kebutuhan refinancing.
"Yang berubah adalah preferensi investor.
Mereka menjadi lebih selektif, lebih menuntut kompensasi kupon yang memadai, dan cenderung memprioritaskan emiten berkualitas tinggi dibandingkan emiten dengan profil risiko lebih lemah," kata Ahmad.
Update Terbaru
Ahmad Sahroni Klarifikasi Candaan ke Sherly Tjoanda, Akrab dengan Mendiang Suami
Senin / 27-07-2026, 03:36 WIB
Pengalihan Kasus Febrie ke Kejaksaan Dinilai Rugikan Polisi
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Bentrokan Maut di Menteng: Tiga Versi Berbeda Pemicu Keributan
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Analis CIA: Tak Ada Unsur Kejutan, Serangan ke Iran Bisa Berujung Bencana
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Blue Lock Chapter 355: Jepang vs Inggris Tentukan Nasib di Piala Dunia U-20
Senin / 27-07-2026, 03:14 WIB
Pameran Outback Art Fair ke-32 di Marquette Tampilkan Karya Seniman Lokal
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Marvel Studios Resmi Umumkan Ryan Gosling sebagai Ghost Rider di SDCC 2026
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Jacob Misiorowski Catat Rekor Brewers dengan 7 Strikeout Beruntun
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Polisi Madison Tak Punya Rekaman Bodycam Saat Tembak Pria Tunawisma
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
United Cajun Navy Bantah Klaim Nolan Wells Ditemukan Berpakaian Lengkap, Tuduh Crump Berbohong
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Suami Gendong Istri Terbalik ke IGD, Dokter Terkejut Ternyata Ini yang Terjadi
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi
Senin / 27-07-2026, 02:29 WIB
Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB







