Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen. Keputusan ini diambil setelah Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung selama dua hari.

Selain suku bunga acuan, BI juga menahan suku bunga deposit facility di 4,75 persen dan suku bunga lending facility di 6,50 persen.

>>> Mirip Mobil Listrik, Ini Cara Pakai V2L di Mobil PHEV

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bank sentral juga mengumumkan akan memperluas insentif dan mengambil langkah-langkah untuk menarik aliran masuk portofolio asing.

>>> Mendagri Dorong Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN

Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan pasar valuta asing dan meningkatkan likuiditas di pasar serta sektor perbankan.

BI menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid, didukung oleh permintaan domestik.

>>> Kepala BGN Sudaryono Ungkap Arahan Prabowo: Selesaikan Persoalan

Bank sentral memproyeksikan ekonomi akan tumbuh antara 4,9 persen hingga 5,7 persen pada tahun 2026.