Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan uang primer atau monetary base Adjusted sebesar 14,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2026.

Nilai uang primer tercatat mencapai Rp2.214,6 triliun, seperti disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (8/6/2026).

>>> Rupiah Melemah ke Rp 18.179 per Dolar AS pada Awal Pekan

Capaian ini sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 14,3 persen secara tahunan.

Faktor Pendorong Pertumbuhan

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kenaikan giro bank umum di BI Adjusted mencapai 17,4 persen secara tahunan.

Sementara itu, jumlah uang kartal yang beredar di masyarakat meningkat 15,8 persen secara tahunan.

>>> DPR dan Pemerintah Sinkronisasi Kebijakan Ekspor PT Danantara

Menurut Ramdan, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas dalam rangka pengendalian moneter.

BI menilai dinamika ini mencerminkan ketersediaan likuiditas yang masih sangat memadai dalam struktur sistem keuangan domestik.

Otoritas moneter berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan nasional melalui pemeliharaan kecukupan likuiditas perbankan.

>>> Komdigi Wajibkan Registrasi Biometrik Kartu SIM Mulai 1 Juli 2026

Langkah ini diharapkan dapat menstimulasi penyaluran kredit bagi pertumbuhan ekonomi.