Iran meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal ke wilayah Israel pada Senin, 8 Juni 2026.

Serangan ini terjadi di tengah upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertahankan gencatan senjata dalam konflik 100 hari antara negaranya dan Teheran.

>>> IHSG Pekan Pertama Juni 2026 Anjlok 8,73% Dipicu Jual Bersih Asing

Angkatan Pertahanan Israel mengonfirmasi serangan udara tersebut dan langsung mengoperasikan sistem pertahanan udara.

"Saat ini, Angkatan Udara Israel tengah beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika diperlukan," kata pihak militer Israel.

Militer Israel kemudian mengumumkan bahwa seluruh rudal berhasil dicegat. Layanan darurat melaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pemerintah Israel memutuskan untuk menutup seluruh sekolah di negara itu pada hari Senin sebagai respons terhadap serangan.

Ketegangan ini terjadi menyusul eskalasi antara Israel dan Hizbullah di Lebanon pada Minggu dini hari, di mana serangan balasan Israel di Beirut menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya.

Pihak militer Iran menyatakan tindakan tersebut merupakan bentuk respons langsung terhadap eskalasi di Lebanon.

"Saat ini, Angkatan Udara Israel tengah beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika diperlukan," kata Mohsen Rezaee, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran kepada ISNA.

Desakan AS untuk Gencatan Senjata

Presiden AS Donald Trump mendesak kedua belah pihak menghentikan kontak senjata dan meminta Iran kembali ke meja perundingan.

"Kalian telah menembakkan rudal-rudal kalian," kata Trump kepada Fox News.

Trump juga menyatakan kepada Axios bahwa ia akan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dan tidak melancarkan serangan balasan ke Teheran.

>>> Phintraco Sekuritas: IHSG Tertekan Sentimen Negatif Pekan Ini