"Itu sudah cukup," ujar Trump.

Negosiasi gencatan senjata antara Washington dan Teheran saat ini masih terhambat oleh konflik paralel di Lebanon serta status aset Iran senilai miliaran dolar yang dibekukan di Amerika Serikat.

Perwakilan dari pihak Pemimpin Tertinggi Iran menyatakan bahwa keputusan kini sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah AS.

"Bola ada di tangan Trump," kata Mojtaba Khamenei, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran kepada CNN.

Tim penasihat Trump sempat merekomendasikan rencana pengalihan aset Iran yang dibekukan di AS untuk membantu sekutu di Teluk Persia memperbaiki kerusakan akibat konflik.

Namun, Trump menegaskan bahwa ia tidak akan mencairkan aset atau mencabut sanksi tersebut sebagai bagian dari kesepakatan awal sebelum ada iktikad baik dari Iran.

"Jika mereka bersikap baik, jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik, kita mulai membicarakan," kata Trump kepada Kristen Welker dalam acara Meet the Press di NBC.

Rencana pengalihan dana tersebut langsung mendapat penolakan keras dari perwakilan diplomatik Iran.

"Bukanlah rampasan perang Washington maupun dana untuk membayar sekutunya," kata Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran melalui unggahan di media sosial X.

Gharibabadi menambahkan bahwa Iran tetap pada tuntutan awal mereka untuk meminta pertanggungjawaban penuh atas dampak perang yang dimulai sejak Februari lalu.

>>> Matthew Baker Pecahkan Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia

Pihak Teheran menuntut ganti rugi penuh atas kerugian yang dideritanya akibat perang yang dilancarkan Israel dan AS pada 28 Februari.