Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menghadapi tekanan sepanjang pekan ini akibat berbagai sentimen negatif.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada rentang resistance 5.700, pivot 5.600, dan support 5.500.

>>> Matthew Baker Pecahkan Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia

Tekanan berasal dari faktor eksternal dan internal. Pelemahan Wall Street akibat aksi jual saham teknologi, khususnya sektor chip, menjadi pemicu utama.

Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan turut memperkuat sentimen negatif.

Nonfarm payrolls (NFP) Mei 2026 melonjak hingga 172 ribu, melampaui ekspektasi pasar 80 ribu, sehingga memicu kenaikan imbal hasil obligasi dan ekspektasi suku bunga tinggi The Fed lebih lama.

Sentimen global lainnya meliputi penurunan harga emas dunia 2,2 persen ke US$ 4.375 per ons troi dan koreksi harga minyak mentah.

Pasar juga mewaspadai ancaman penutupan Selat Bab el-Mandeb oleh Iran.

>>> Kolombia Uji Coba Lawan Yordania Jelang Piala Dunia 2026

Pelaku pasar menantikan perkembangan konflik AS-Iran, pertemuan OPEC+, dan rencana IPO SpaceX di Nasdaq.

Dari dalam negeri, sentimen dipengaruhi penantian data cadangan devisa, indeks kepercayaan konsumen, dan angka penjualan ritel.

Kekhawatiran depresiasi rupiah, rumor perombakan menteri keuangan dan gubernur BI, serta spekulasi rapat dewan gubernur darurat turut membayangi.

Ada pula kekhawatiran potensi penurunan peringkat utang Indonesia oleh S&P dan risiko turunnya status pasar modal menjadi frontier market oleh MSCI.

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG fluktuatif dengan support 5.400-5.500 dan resistance 5.700-5.800.

>>> Trump Desak Netanyahu Batalkan Serangan Balasan ke Iran Demi Negosiasi

Meski demikian, lima saham komoditas direkomendasikan: PT Sumber Global Energy Tbk (EMAS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).