Warga Seoul Tuntut Pemungutan Suara Ulang Akibat Kelangkaan Surat Suara

Gelombang protes meluas di Seoul, Korea Selatan, setelah kelangkaan surat suara dalam pemilihan kepala daerah serentak pekan lalu.
Warga menuntut pemungutan suara ulang secara masif.
>>> Ivane Urrubal Targetkan Kemenangan Mozambik atas Timnas Indonesia
Aksi unjuk rasa yang awalnya di dekat tempat pemungutan suara Jamsil kini bergeser ke Taman Olimpiade.
Kepolisian melaporkan lebih dari 32.000 orang hadir hingga Sabtu (6/6) pukul 21.00 waktu setempat.
Kekurangan surat suara untuk pemilihan wali kota dan gubernur terdeteksi di sekitar 50 TPS di Seoul dan Provinsi Gyeongsang.
Komisi Pemilihan Nasional (KPN) mengonfirmasi belasan lokasi terpaksa menghentikan pemungutan suara sementara.
Protes didominasi pemilih muda usia 20-30 tahun. Gerakan ini berjalan spontan tanpa pemimpin atau organisasi formal untuk menjaga sifat nonpartisan.
Seorang warga Seoul, Jeong Jin-woo (29), menyebut kelangkaan surat suara sebagai pelanggaran serius terhadap hak pilih.
"Ini bukan persoalan antara partai yang berkuasa dan oposisi," ujarnya di Taman Olimpiade.
>>> Penerimaan PPh Badan Mei 2026 Melonjak 23,9%, Redam Kekhawatiran Pemerintah
Demonstrasi diperkirakan memberi tekanan politik pada pemerintahan Presiden Lee Jae Myung. Partai Demokrat yang dipimpinnya menang di 12 dari 16 wilayah utama, tetapi kalah di Seoul.
Jeong menekankan publik tidak akan diam jika pemerintah tidak bertindak. "Jika pemerintah hanya menutup mata, saya rasa publik tidak akan membiarkannya berlalu tanpa pertanyaan," katanya.
KPN mengakui kesalahan prediksi antusiasme pemilih. Ketua komisi telah mengajukan pengunduran diri pada Jumat lalu sebagai bentuk tanggung jawab.
Namun, KPN menegaskan regulasi hukum saat ini tidak memungkinkan pemilu ulang, seperti dilaporkan Yonhap News. Partai oposisi People Power Party mendesak penyelidikan parlemen.
Di tengah aksi, Taman Olimpiade juga dipenuhi keluarga muda dan wisatawan asing yang berkunjung ke area konser K-pop Hybe Co. Seorang ibu, Moon Ah-ram (33), membawa anak-anaknya untuk melihat langsung pemilu yang bermasalah.
"Hak memilih adalah milik rakyat, tetapi pemilu ini tidak dipersiapkan dengan baik. Presiden harus meminta maaf dan pemilu harus diadakan kembali," kata Moon.
>>> Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di FIFA Matchday
Presiden Lee Jae Myung telah menyampaikan penyesalan resmi dan dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin mendatang.
Update Terbaru
Polytron Kenalkan Solusi Motor Listrik di Indonesia Open 2026
Minggu / 07-06-2026, 16:16 WIB
Pemkot Surakarta Evaluasi Penanganan Rusa Taman Sriwedari Setelah Viral
Minggu / 07-06-2026, 16:13 WIB
Harga Emas Dunia Fluktuatif, JP Morgan dan Goldman Sachs Tetap Optimistis
Minggu / 07-06-2026, 16:13 WIB
Pemkot Surakarta Evaluasi Penanganan Rusa Taman Sriwedari Solo
Minggu / 07-06-2026, 16:13 WIB
Polytron Hadirkan Sportstainment Beyond Badminton di Indonesia Open 2026
Minggu / 07-06-2026, 16:12 WIB
KAI Siapkan Upgrade Besar KRL Green Line Atasi Kepadatan Penumpang
Minggu / 07-06-2026, 16:12 WIB
Etihad Airways Borong Pesawat Widebody demi Perkuat Rute Jarak Jauh
Minggu / 07-06-2026, 16:12 WIB
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia S1 UPJB Buka Peluang Karier Lulusan di Berbagai Bidang
Minggu / 07-06-2026, 16:09 WIB
China Operasikan Robot Humanoid AI untuk Atur Lalu Lintas di Wuhu
Minggu / 07-06-2026, 16:09 WIB
Harry Kane Beri Sinyal Positif Menjelang Piala Dunia 2026
Minggu / 07-06-2026, 16:09 WIB
Kylian Mbappe Kecewa Italia Absen di Piala Dunia 2026
Minggu / 07-06-2026, 16:09 WIB
China Kerahkan Robot Humanoid AI untuk Bantu Polisi Lalu Lintas
Minggu / 07-06-2026, 16:09 WIB
Ilmuwan Ungkap Rahasia Genetik dan Gaya Hidup Orang Tertua di Dunia
Minggu / 07-06-2026, 16:09 WIB
The Beatles dan Apple Corps Resmi Akui Hari Beatles Sedunia
Minggu / 07-06-2026, 16:08 WIB






