Kementerian Keuangan mencatat lonjakan signifikan pada penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar 23,9 persen secara tahunan pada Mei 2026.

Angka ini menghapus kekhawatiran pemerintah terhadap kondisi dunia usaha nasional.

>>> Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di FIFA Matchday

Pertumbuhan setoran pajak perusahaan tersebut mengalami kenaikan drastis setelah sebelumnya hanya mencapai 5,1 persen pada April 2026.

Realisasi nilai PPh Badan dan deposit PPh Badan tercatat meningkat dari Rp 135,2 triliun menjadi Rp 167,6 triliun.

Kekhawatiran Menteri Keuangan Terjawab

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa perlambatan di bulan April sempat memicu kekhawatiran mengenai penurunan kinerja korporasi.

"Yang ini PPh badan dan deposit PPh badan itu di bulan Mei tumbuhnya 23,9%. Padahal di bulan April hanya tumbuh 5,1%.

Jadi ini tadi yang bikin saya takut nih, April kok cuma tumbuh segini?" katanya dalam Konferensi Pers APBN Kita.

Pemerintah pada awalnya menduga perlambatan terjadi akibat melemahnya kinerja perusahaan, terutama karena jenis penerimaan pajak lainnya justru tetap tumbuh tinggi.

"Ternyata di bulan Mei balik ke level yang normal dia tumbuhnya 23,9%.

>>> KPK Tetapkan Silmy Karim Tersangka Kasus Pungli Izin Tinggal WNA

Jadi kekhawatiran saya yang sebelumnya mungkin perusahaan pada bangkrut, jadi bayarnya kecil hanya tumbuh 5,1%, ternyata salah," ujar Purbaya.

Pulihnya pertumbuhan PPh Badan ini dinilai menjadi indikator bahwa aktivitas usaha dan tingkat profitabilitas perusahaan di Indonesia masih terjaga dengan baik.

"Ternyata mereka (perusahaan) juga cukup sehat pertumbuhannya itu 23,9%," terang Menteri Keuangan.

Konsumsi Masyarakat Juga Tumbuh Positif

Sinyal positif perekonomian juga terlihat dari sisi konsumsi masyarakat melalui penerimaan PPN dan PPnBM yang tumbuh 41,3 persen secara tahunan menjadi Rp 315,7 triliun hingga Mei 2026.

Angka ini mencatatkan kenaikan dibandingkan pertumbuhan pada April yang berada di posisi 40,2 persen.

Secara akumulatif, total penerimaan pajak nasional hingga Mei 2026 berhasil mencapai Rp 834,4 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

>>> Bukan Salmon, Ikan Sidat Asal RI Punya Omega-3 Tertinggi di Dunia

Capaian tersebut telah memenuhi 35,4 persen dari target penerimaan pajak dalam APBN 2026.