Langkah Strategis Pemerintah Menjaga Rupiah

Menanggapi situasi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya terhadap kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Kebijakan pada sektor Sumber Daya Alam (SDA) ini diharapkan mampu menjadi jangkar stabilitas kurs.

Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan DHE SDA dirancang untuk meningkatkan ketersediaan valuta asing di dalam negeri. Caranya adalah dengan mewajibkan penempatan hasil ekspor ke dalam sistem keuangan nasional.

Dengan pasokan devisa yang meningkat, likuiditas valas di pasar domestik dipastikan akan menjadi jauh lebih kuat.

Hal ini akan memberikan dukungan nyata bagi stabilitas nilai tukar rupiah ke depannya.

Implementasi kebijakan tersebut diperkirakan akan mulai menunjukkan dampak positifnya dalam waktu dekat. Pasokan dolar yang masuk ke sistem perbankan dalam negeri menjadi kunci utama dalam meredam gejolak pasar.

"Saat sentimen pasar mulai mereda dan didukung oleh masuknya devisa ekspor, rupiah punya peluang besar untuk menguat kembali," ujar Purbaya dalam pernyataannya di Jakarta.

Menteri Keuangan menegaskan bahwa DHE SDA bukan sekadar instrumen jangka pendek, melainkan langkah strategis memperkuat ekonomi.

Tujuannya agar manfaat kekayaan alam nasional benar-benar dirasakan oleh perekonomian domestik secara luas.

Pemerintah optimis bahwa kombinasi antara fundamental ekonomi yang terjaga dan peningkatan likuiditas valas akan membuahkan hasil.

Sektor keuangan nasional diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi berbagai guncangan global di masa depan.

Purbaya juga meyakini bahwa pengawasan ketat terhadap pengelolaan devisa akan memberikan sinyal positif bagi para investor.

Kepastian pasokan valas di pasar diharapkan dapat menurunkan spekulasi yang merugikan posisi mata uang rupiah.

>>> IHSG Anjlok 1,12% di Pembukaan, Tertekan Sentimen Global

>>> 5 Dampak Pembatasan Ritel Modern 2026 yang Mengejutkan Publik dan Konsumen

>>> Porsi CASA BCA Tembus 84,97% per April 2026, Bukti Kepercayaan Nasabah