St. Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia, menyimpan dua institusi pendidikan tertua yang mendunia.

Universitas Pertambangan Catherine II dan Universitas Negeri St. Petersburg menjadi incaran mahasiswa internasional pada 2026.

>>> Bos KAI Pastikan Merger INKA Rampung 2026, DPR Beri Peringatan Keras

Universitas Pertambangan Catherine II: Tradisi dan Teknik

Didirikan pada 1773 oleh Ratu Catherine II, universitas ini merupakan institusi teknik tinggi pertama di Rusia.

Mahasiswanya wajib mengenakan seragam jas wol hitam atau biru tua dengan atribut militer khas.

Aturan berpakaian resmi juga berlaku bagi dosen dan profesor. Tradisi ini dijaga ketat sebagai identitas calon ahli teknik.

Wakil Rektor Bidang Hubungan Internasional, Evgeniy A. Lyubin, menyatakan bahwa universitas terbuka bagi mahasiswa asing.

Saat ini, mahasiswa berasal dari lebih dari 70 negara.

Kerja sama aktif dijalin dengan Asia Tenggara, China, India, Amerika Latin, dan Afrika. Fokus utama pengembangan ilmu pengetahuan relevan dengan industri masa kini.

Bidang studi unggulan meliputi pertambangan, minyak dan gas, konstruksi, arsitektur, elektronika, teknologi material, metalurgi, teknologi kimia, geologi, geoekologi, teknologi informasi, ekonomi, dan manajemen.

Fasilitas kampus mencakup area bangunan seluas 400.000 meter persegi. Terdapat tiga pusat akademik di Pulau Vasilyevsky dan tujuh lokasi penelitian di Leningrad dan Krimea.

Laboratorium dengan instrumentasi tercanggih terbuka bagi peneliti internasional. Delapan asrama mahasiswa dilengkapi kantin, pusat kebugaran, laundry, dan Wi-Fi.

Kamar asrama dihuni tiga hingga empat orang, tersedia unit khusus untuk mahasiswa berkeluarga dengan dapur pribadi. Biaya tinggal berkisar 2.000 hingga 10.000 rubel per bulan.

Lyubin menambahkan, biaya rendah terwujud berkat sinergi pemerintah dan universitas. Pendanaan juga berasal dari sektor swasta.