Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada ratusan siswa baru Sekolah Rakyat Kota Semarang.

Pesan tersebut berisi dorongan untuk membangun kepercayaan diri, meningkatkan kecerdasan, serta membentuk karakter dan keterampilan.

>>> John Herdman Incar Kiper Ketiga untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

"Pak Presiden ingin kalian, satu, punya kepercayaan diri yang kuat. Anak-anak Indonesia tidak boleh kalah dengan anak-anak negara lain.

Kedua kalian harus jadi anak yang pintar," kata Agus Jabo di hadapan siswa, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Agus Jabo, rasa percaya diri dan kecerdasan menjadi modal utama untuk mengembangkan potensi diri dan keluar dari lingkaran kemiskinan.

Namun, kedua hal itu harus dilengkapi dengan karakter kuat, jiwa nasionalisme, kepedulian sosial, toleransi, dan kedisiplinan.

Komitmen Pemerintah untuk Lulusan Sekolah Rakyat

Pemerintah berkomitmen mendampingi lulusan Sekolah Rakyat setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

Siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi akan difasilitasi, sementara yang memilih bekerja akan dibantu memperoleh kesempatan kerja di dalam maupun luar negeri.

"Pak Presiden ingin nanti setelah kalian lulus SMA, nanti yang mau kuliah akan kita antarkan untuk bisa kuliah.

>>> BEI Catat 4 Calon Emiten Masuk Antrean IPO hingga 17 Juli 2026

Yang mau bekerja akan kita antarkan untuk bisa bekerja baik di dalam maupun di luar negeri," ujar Agus Jabo.

Ia menilai Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, tetapi juga menjadi rumah kedua bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Melalui sekolah tersebut, siswa diharapkan memperoleh pendidikan layak, lingkungan mendukung, serta peluang meningkatkan kualitas hidup.

Suasana positif sudah terlihat dari antusiasme siswa selama MPLS. Banyak siswa mengaku betah tinggal di asrama dan nyaman menjalani aktivitas di lingkungan sekolah.

Salah satunya Abi Alfian (16), putra seorang buruh pabrik kopi. Ia mengaku bersyukur dapat melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tuanya.

"Terima kasih, Pak Presiden. Berkat Bapak, saya bisa bersekolah di sini," ujar Abi.

Usai berdialog, Agus Jabo meninjau sejumlah fasilitas Sekolah Rakyat, mulai dari asrama, ruang makan, laboratorium, hingga toilet ramah disabilitas.

>>> Nam Joo Hyuk Buka Suara soal Ending Drakor Twenty Five Twenty One yang Bikin Trauma

Sekolah Rakyat Kota Semarang mulai menggelar MPLS sejak 13 Juli 2026 dengan 262 siswa, terdiri dari 87 siswa SD, 88 siswa SMP, dan 87 siswa SMA.