Assassin's Creed Hexe masih diselimuti misteri.

Sekuel dari Assassin's Creed Black Flag Resynced ini hanya meninggalkan logo bergaya Blair Witch dan sejumlah kepergian tokoh penting yang mengancam eksistensinya.

>>> Reaksi Awal Trailer Avengers: Doomsday Terbelah soal Suara Doctor Doom Robert Downey Jr.

Namun, ada pola yang tersembunyi di sepanjang seri Assassin's Creed yang bisa mengungkap banyak hal tentang game yang akan datang.

Pola tersebut adalah pergantian protagonis utama antara tipe Nerd dan Bastard.

Nerd adalah karakter yang mendalami Creed dan segala ajarannya: stoik, teguh, disiplin. Bastard adalah mereka yang menggunakan kemampuan untuk kesenangan pribadi, meskipun tugas utama mereka adalah menjatuhkan Templar.

Sejarah Pola Nerd dan Bastard

Altair Ibn-La'Ahad di Assassin's Creed pertama adalah Nerd sejati. Ia serius, penuh perhitungan, dan tenggelam dalam tugasnya.

Ezio Auditore di Assassin's Creed 2 adalah kebalikannya: brash, arogan, dan suka bertengkar di jalanan. Meski misi balas dendamnya agak meredam, ia tetap Bastard.

Connor di AC3 adalah Nerd besar yang hampir tidak pernah tersenyum. Sebaliknya, kakeknya Edward Kenway di Black Flag adalah Bastard tulen yang hanya mengejar uang.

Arno di Unity digambarkan sebagai 'simp' yang melakukan segalanya demi seorang gadis.

>>> Red Sox Incar Kemenangan ke-14 Beruntun Lawan Orioles

Sementara Evie dan Jacob di Syndicate sulit diklasifikasikan, tetapi Jacob yang lebih menonjol membuat Syndicate dianggap sebagai game Bastard.

Bayek di Origins membawa kembali sikap stoik ala Altair. Alexios dan Kassandra di Odyssey langsung menolak gaya itu dengan bertarung dan 'tidur' keliling Mediterania.

Eivor di Valhalla terlalu terobsesi dengan dewa-dewa Norse sehingga menjadi Nerd. Basim di Mirage awalnya Nerd, tetapi kehadiran Loki dalam dirinya membuatnya Bastard.