Samsung selama ini menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari kenaikan harga chip memori. Namun, beberapa produsen ponsel mulai menunjukkan perlawanan.

Menurut laporan terbaru, dua produsen ponsel asal China, Oppo dan Vivo, telah menolak usulan harga DRAM Samsung untuk kuartal ketiga tahun ini.

>>> Samsung Perluas Kemitraan dengan NVIDIA, Kirim Chip V-NAND Generasi ke-10

Penolakan ini terjadi di tengah tren kenaikan harga memori yang terus berlanjut. Pemasok chip memori seperti Samsung beralih ke kontrak jangka pendek karena harga yang terus naik.

Situasi ini memberikan tekanan pada margin keuntungan produsen ponsel. Oppo dan Vivo disebut menolak usulan kenaikan harga meskipun besarnya lebih kecil dibandingkan dua kuartal sebelumnya.

Tidak ada produsen yang kebal terhadap dinamika pasar saat ini.

>>> Antrean BBM di Sumut Mengular, Bahlil dan Pertamina Beri Penjelasan

Bahkan divisi ponsel Samsung sendiri diperkirakan mengalami kerugian tahunan karena harus membeli chip memori yang lebih mahal, termasuk dari divisi semikonduktor internalnya.

Meskipun tanda-tanda perlawanan mulai muncul, harga chip memori diperkirakan belum akan turun dalam waktu dekat.

>>> Pilpres 2029: Partai Ogah Lawan Prabowo, Lebih Pilih Jadi Cawapres

Permintaan dari sektor AI masih sangat tinggi dan pasokan baru yang signifikan diperkirakan baru tersedia dalam beberapa tahun ke depan.