Kenny Simorangkir akrab dengan kekecewaan sebelum akhirnya menginjakkan kaki di Polandia.

Berbagai aplikasi beasiswa yang ia coba tidak membuahkan hasil, termasuk kesempatan kuliah di New York University yang harus ia relakan karena keterbatasan finansial.

>>> Pola Tersembunyi di Seluruh Seri Assassin's Creed Bocorkan Rahasia AC Hexe

Namun, segalanya berubah ketika ia mendapatkan kesempatan melalui Program Erasmus+ Student Mobility.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga ini menjalani satu semester pertukaran di Kraków University of Economics (UEK), Polandia, pada Februari hingga Juni 2026.

“Saya selalu antusias mencoba hal baru, bertemu orang baru, dan memulai kehidupan di tempat baru.

Ketika menemukan peluang Erasmus+, saya sangat bersemangat,” ujar Kenny, dikutip Selasa (21/7/2026).

Ia pertama kali mengetahui program tersebut saat menjelajahi laman Airlangga Global Engagement. Rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi titik balik dalam hidupnya.

Belajar di UEK: Teori dan Praktik Berpadu

Selama di UEK, Kenny mengambil mata kuliah seperti Modern Business Management dan International Business.

Salah satu yang paling berkesan adalah International Market Research & Analysis, yang membuka perspektif baru tentang pengaruh budaya terhadap perilaku konsumen.

“Seseorang bisa memberi rating lima dari lima untuk sebuah restoran meskipun tidak sepenuhnya puas, sementara orang lain memberi nilai empat meskipun menikmati pengalaman tersebut,” ujarnya.

Mata kuliah Creativity Techniques in Project Management juga memberikan kesan mendalam. Sebagai musisi, Kenny tertarik pada integrasi kreativitas dalam perencanaan proyek.

“Mata kuliah ini membantu saya menjembatani kreativitas dengan eksekusi teknis,” katanya.

Lingkungan akademik di UEK berbeda dengan di Indonesia. Perkuliahan dibagi menjadi sesi kuliah dan workshop, sehingga mahasiswa dapat menghubungkan teori dengan praktik secara efektif.