Inflasi Mei 2026 Diprediksi Tembus 2,94%, Surplus Dagang Terancam Menyempit
>>> Sindikat Curanmor Antarprovinsi Dibongkar, 8 Pelaku Ditangkap
Sektor transportasi, khususnya angkutan udara, diperkirakan mengalami penyesuaian tarif. Kenaikan harga avtur yang masih tinggi menjadi alasan utama di balik potensi naiknya harga tiket pesawat.
Berikut ringkasan faktor utama pendorong inflasi Mei 2026 menurut analisis Bank Permata:
- Kenaikan biaya bahan baku yang menekan sisi pasokan produsen.
- Pelemahan nilai tukar rupiah yang menyebabkan harga barang impor melonjak.
- Tingginya harga energi dunia yang berdampak pada operasional industri.
- Lonjakan permintaan musiman masyarakat menjelang Idul Adha.
- Potensi penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan tarif transportasi udara.
Tekanan inflasi saat ini didominasi masalah biaya produksi ketimbang konsumsi masyarakat. Pelaku ekonomi perlu mencermati pergerakan harga pangan dan energi yang menjadi komponen paling sensitif.
Outlook Perdagangan dan Ekonomi Nasional
Selain inflasi, kondisi neraca perdagangan Indonesia juga mendapat sorotan. Terdapat kekhawatiran surplus perdagangan nasional akan mengalami penyusutan.
Sejumlah ekonom memprediksi surplus neraca perdagangan berisiko turun ke level sekitar US$1,43 miliar.
Meskipun kinerja ekspor masih menjadi penopang utama, tantangan dari sisi konsumsi domestik tetap harus diwaspadai.
Berikut rangkuman data ekonomi terkait proyeksi inflasi dan kinerja pasar:
- Inflasi bulanan (MoM): April 0,13%, proyeksi Mei 0,14%.
- Inflasi tahunan (YoY): April 2,42%, proyeksi Mei 2,94%.
- Surplus neraca dagang: proyeksi US$1,43 miliar.
- Target pertumbuhan ekonomi kuartal II: 5%.
Data ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 diprediksi tetap terjaga di level 5 persen.
>>> Prabowo Soroti Kesenjangan Ekonomi: Pertumbuhan Belum Merata
Pemerintah diharapkan terus menjaga stabilitas harga energi dan pangan agar inflasi tidak melampaui batas. Pihak berwenang kemungkinan akan memantau dampak biaya transportasi dan logistik terhadap konsumsi nasional.
Update Terbaru
Ahli Astrologi Vinaybajrangi Ungkap Dinamika Gemini dan Cancer 2 Juni 2026
Selasa / 02-06-2026, 07:09 WIB
Struktur Ekonomi Indonesia 2026: Strategi Baru Hadapi Kontestasi Geoekonomi Global
Selasa / 02-06-2026, 07:09 WIB
Penjualan Toyota Kembali Merosot di 2026, Dua Pasar Utama Ini Jadi Pemicunya
Selasa / 02-06-2026, 07:09 WIB
Ilmuwan Temukan Kompas Internal pada Hati Burung Merpati
Selasa / 02-06-2026, 07:04 WIB
Aturan SPMB Jakarta 2026: Hanya Sertifikat Lomba Ini yang Resmi Diakui Berbobot Prestasi
Selasa / 02-06-2026, 07:04 WIB
Viral Gebby Vesta Diduga Diperas Sopir Taksi di Bali, Publik Heboh
Selasa / 02-06-2026, 07:04 WIB
Perusahaan Penagihan Utang di AS Mulai Gunakan Bot AI untuk Telepon Nasabah
Selasa / 02-06-2026, 06:59 WIB
Investasi Tembus Rp2.430 T, Teddy Beberkan 7 Hasil Diplomasi Prabowo
Selasa / 02-06-2026, 06:59 WIB
Shin Hye-sun Bintangi Drakor 'Dash', Drama Hukum Paling Dinanti 2026
Selasa / 02-06-2026, 06:59 WIB
Garena Luncurkan Uji Coba Free Fire Kipas Beta di Asia Tenggara
Selasa / 02-06-2026, 06:54 WIB
Resmi! Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026 Mulai 1 Juni, Cek Syaratnya Sekarang
Selasa / 02-06-2026, 06:54 WIB
Pendaftaran Beasiswa LPDP-Australia Awards 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat Terbaru!
Selasa / 02-06-2026, 06:54 WIB
Dishub DKI Imbau Penyelenggara Acara Besar Koordinasi Sejak Awal
Selasa / 02-06-2026, 06:49 WIB
Target Juara Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Siapkan Skuad Terbaru Paling Kuat
Selasa / 02-06-2026, 06:49 WIB






