Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 4,03 Miliar Sepanjang Januari–Mei 2026
Jumat / 03-07-2026, 13:42 WIB
Meski defisit pada Mei 2026, neraca dagang Indonesia secara kumulatif Januari-Mei 2026 masih surplus USD 4,03 miliar, ditopang surplus nonmigas.
Jumat / 03-07-2026, 13:42 WIB
Meski defisit pada Mei 2026, neraca dagang Indonesia secara kumulatif Januari-Mei 2026 masih surplus USD 4,03 miliar, ditopang surplus nonmigas.
Kamis / 02-07-2026, 09:50 WIB
BPS mencatat defisit neraca perdagangan US$1,61 miliar pada Mei 2026, mengakhiri surplus 72 bulan. Ekonom menyebut ini lampu kuning, bukan alarm merah.
Kamis / 02-07-2026, 07:28 WIB
BPS mencatat neraca dagang Indonesia defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit dipicu transaksi migas yang minus US$3,76 miliar.
Kamis / 02-07-2026, 07:28 WIB
BPS mencatat neraca dagang Indonesia defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit dipicu transaksi migas yang minus US$3,76 miliar.
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
BPS merilis data ekonomi April 2026: inflasi melambat ke 0,13%, neraca dagang surplus USD 3,53 miliar, dan PDB kuartal I tumbuh 5,61%.
Rabu / 01-07-2026, 12:55 WIB
BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026, mengakhiri surplus selama 70 bulan berturut-turut. Defisit dipicu oleh kinerja migas yang minus US$3,76 miliar.
Senin / 22-06-2026, 18:57 WIB
Surplus neraca dagang Indonesia sebesar USD5,64 miliar pada Januari-April 2026 mendorong peningkatan arus logistik, terutama di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Selasa / 02-06-2026, 15:49 WIB
BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus 89,1 juta dolar AS pada April 2026, memperpanjang tren surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Selasa / 02-06-2026, 14:04 WIB
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$89,1 juta pada April 2026, jauh di bawah capaian Maret 2026 sebesar US$3,32 miliar. BPS mencatat surplus telah bertahan 70 bulan beruntun sejak Mei 2020.
Selasa / 02-06-2026, 04:54 WIB
Inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 diperkirakan mencapai 2,94%, naik dari 2,42% pada April. Surplus neraca perdagangan berpotensi turun ke US$1,43 miliar. Faktor pendorong utama adalah kenaikan biaya bahan baku, depresiasi rupiah, dan harga energi global.